Jember

Gerak Cepat Tangani Kelangkaan LPG 3 Kg, Muspika Kencong Jember Sidak Titik Utama Distributor

Diterbitkan

-

CEK: Muspika Kencong saat melakukan pengecekan. (memontum.com/rio)

Memontum Jember – Beberapa hari terakhir, warga di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan tabung gas LPG 3 kilogram atau LPG bersubsidi. Keluhan warga yang mulai ramai di pasar-pasar tradisional hingga media sosial, itu akhirnya direspons cepat oleh jajaran di tingkat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kencong.

Tim gabungan tersebut, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah titik distribusi utama untuk mencari tahu di mana letak sumbatan aliran LPG atau gas melon, Rabu (08/04/2026) tadi. Sidak sendiri, dipimpin langsung Camat Kencong bersama jajaran Polsek dan Koramil, dengan menyasar pangkalan-pangkalan besar dan agen resmi.

Dalam Sidak itu, kondisi di lapangan menunjukkan adanya dinamika yang cukup mengkhawatirkan. Di beberapa pangkalan, petugas mendapati stok tabung dalam kondisi kosong atau sangat terbatas. Padahal, menurut data pengiriman, distribusi dari pangkalan ke agen seharusnya berjalan normal.

Fenomena ‘barang ada tapi sulit dicari’ ini, menjadi fokus utama penyelidikan petugas di lapangan. Temuan paling mengejutkan dalam Sidak, adalah mengenai lonjakan harga di tingkat pengecer atau toko-toko kecil di pelosok desa.

Advertisement

Warga melaporkan, bahwa mereka terpaksa merogoh kocek hingga Rp 30 ribu untuk satu tabung LPG 3 kg. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berada jauh di bawah angka itu. Bahkan, selisih harga yang hampir mencapai 100 persen ini, tentu sangat memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro seperti penjual gorengan atau warung makan kecil.

“Kami menerima banyak laporan dari ibu-ibu rumah tangga, yang mengaku harus berkeliling desa hanya untuk mencari satu LPG. Saat ketemu, harganya sudah tidak masuk akal. Inilah yang membuat kami harus turun langsung untuk memantau apa yang sebenarnya terjadi di rantai distribusi,” ujar salah satu petugas di sela-sela pemeriksaan pembukuan di sebuah pangkalan.

Baca juga :

Petugas sendiri, secara teliti mencocokkan jumlah LPG yang masuk dengan daftar pelanggan yang dilayani oleh pangkalan. Penyebab keterbatasan stok ini, diduga akibat adanya peningkatan permintaan yang tidak dibarengi dengan penambahan kuota reguler, atau adanya indikasi kebocoran distribusi ke sektor yang tidak berhak menggunakan gas subsidi.

Muspika Kencong juga menegaskan, bahwa subsidi energi ini adalah hak masyarakat miskin. Sehingga, segala bentuk penyelewengan adalah pelanggaran hukum. Pihak pangkalan diingatkan kembali, untuk memprioritaskan warga lokal dengan menunjukkan KTP sesuai aturan terbaru, guna meminimalisir aksi borong oleh spekulan.

Advertisement

Koordinasi dengan pihak distributor dan Pertamina, juga segera dilakukan oleh pemerintah kecamatan. Tujuannya, agar ada percepatan pengiriman stok tambahan atau dropping ekstra untuk menormalkan kondisi pasar.

Warga Kencong kini juga sangat menggantungkan harapan pada langkah konkret pemerintah. Bagi mereka, LPG 3 Kg bukan sekadar barang dagangan, melainkan kebutuhan primer yang menentukan apakah dapur mereka bisa mengepul atau tidak.

Dengan dilakukannya Sidak rutin dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan harga elpiji di Kencong dapat kembali stabil dalam hitungan hari. Muspika juga berkomitmen, untuk terus mengawal isu ini hingga harga di tingkat pengecer kembali mendekati HET.

Masyarakat juga diimbau, untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying yang justru bisa memperkeruh situasi kelangkaan di lapangan. (rio/gie/adv)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas