Connect with us

Kota Malang

Giliran Pelanggan Tugu Tirta Wilayah Klojen Serukan Pergantian Dirut dan Minta DPRD Kota Malang Sikapi Tuntutan

Diterbitkan

||

Giliran Pelanggan Tugu Tirta Wilayah Klojen Serukan Pergantian Dirut dan Minta DPRD Kota Malang Sikapi Tuntutan

Memontum Kota Malang – Seruan pergantian Direktur Utama (Dirut) Perumda Tugu Tirta Kota Malang, tidak hanya mengalir dari pelanggan di beberapa wilayah Kecamatan Kedungkandang. Namun, seperti di Kecamatan Klojen, tepatnya Kelurahan Bareng Raya, nada sumbang permintaan pencopotan Dirut juga muncul.

Seperti yang disampaikan Putu Budiarko, bahwa banyak aduan dari pelanggan terkait dengan masalah layanan air yang diberikan oleh Tugu Tirta. Aduan itu, rata-rata mengenai distribusi air yang alasannya adalah karena dari pipa yang jebol.

“Pencopotan itu memang perlu dilakukan. Artinya, sekarang semua pelanggan harus menyuarakan semua mengenai apa yang ada. Sehingga, dewan saya harapkan bisa bergerak menyikapi aspirasi dan wali kota pun sama, yaitu bergerak,” kata Putu kepada Memontum.com, Sabtu (17/09/2022) tadi.

Ketika pelanggan di wilayah Kedungkandang itu keluh kesah mengenai layanan Tugu Tirta, tambahnya, maka sebagai sama-sama konsumen atau pelanggan, dirinya pun merasa iba dan kecewa. Apalagi, selama setahun terakhir khusus terkait layanan di Bareng Raya dan mungkin Klojen, pasti sama.

“Sebentar-sebentar, pipa jebol. Setelah dibenahi, jebol lagi. Kita konsumen, masak harus diberi alasan sama soal pipa jebol. Inikan perusahaan daerah, harusnya maksimal dalam layanan. Karena, kami sebagai pelanggan ketika telat membayar juga terancam disegel,” paparnya.

Karenanya, mensikapi munculnya hastag copot Dirut, dirinya sangat mendukung untuk diganti. Apalagi, masih banyak orang pintar yang mampu duduk dan menjalankan posisi Dirut.

“Orang pintar banyak kok. Makanya, tuntutan ini harus disikapi serius dan dewan saya harapkan bergerak. Mudah-mudahan saja, dewan benar-benar suport pelanggan dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :

Kekecewaan tidak jauh berbeda, juga disampaikan pelanggan di Jalan Binor, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Roddy Widya dalam keterangannya ke Memontum.com, berharap ada perbaikan layanan yang dilakukan oleh Tugu Tirta. Karena, masalah yang ditangani adalah soal air dan ini hubungannya langsung dengan masyarakat.

“Saya ini sebenarnya pelanggan yang baru berjalan tiga tahun ini. Saat pertama kali memasang, ya awalnya disuguhi pemasangan pipa yang kurang save. Lalu dalam perjalanannya, ya mengenai adanya perbaikan atau pemberitahuan, itu saya merasa lambat. Termasuk, apakah ada kompensasi selama ada perbaikan yang berakibat pada air tidak bisa mengalir, itu ada kompensasi berupa distribusi tangki atau tidak, juga tidak diinformasikan,” ujarnya.

Begitu juga, tambahnya, dalam merespon komplain atau keluhan. Baik via telephone atau offline, itu juga lambat. Bahkan, terkadang petugas juga tidak tahu kalau ada pelanggan yang mengalami gangguan distribusi air. karena terjadi perbaikan.

“Pengalaman, dua minggu dan bahkan lebih, itu pernah saya mengalami distribusi airnya mati. Bahkan kalaupun mengalir, itu kecil. Seingat saya, sebelum puasa tahun ini, kira-kira kejadiannya. Sementara, kompensasi tangki air, itu baru adanya sekitar seminggu setelah dimatikan. Inikan lambat dan harapan saya, adalah pengumuman. Termasuk, hal-hal tadi itu diperbaiki layanannya,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berawal dari penyegelan tandon air milik Perumda Tugu Tirta, mengakibatkan distribusi air ke beberapa wilayah di Kedungkandang, Kota Malang, mengalami gangguan. Dari gangguan yang berlangsung hingga paska pembukaan segel atau munculnya tiga kesepakatan itu, akhirnya beberapa pelanggan menyampaikan keluh kesahnya terkait pelayanan Tugu Tirta hingga munculnya hastag copot Dirut PDAM, M Nor Muhlas.

Reaksi ini, juga mendapat tanggapan positif Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, agar Pemkot bersikap responsif terhadap yang disampaikan pelanggan. Sementara Dirut Tugu Tirta, selama dua hari kemarin di WhatsApp (WA), tidak memberikan keterangan dan hanya mengatakan bahwa terganggunya distribusi air paska segel dibuka, karena ada pembersihan pipa. (sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *