Kota Malang
Harga Kedelai Meroket, Begini Upaya Diskopindag Kota Malang

Memontum Kota Malang – Tingginya harga kedelai impor saat ini, berimbas pada pelaku usaha yang menggunakan kedelai sebagai bahan utama produksi. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Sailendra, menyebutkan jika harga kedelai saat ini mencapai Rp 14 ribu per kilogramnya.
“Kami sudah sampaikan ke Kementrian Perdagangan untuk membantu supply kedelai di daerah kebutuhan kita,” ujarnya saat diwawancara, Jumat (18/02/2022).
Disebutkan, untuk kebutuhan produksi para pengrajin tempe dan tahu di Kota Malang, perharinya membutuhkan uang antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Dan menurutnya, itu hanya untuk bahan bakunya saja. Dimana, mereka hanya bisa mendapatkan rata-rata 20 kg untuk kebutuhannya.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Karena kedelai itu, bahan baku impor. Kami sudah sampaikan ke pusat kementrian perdagangan untuk membantu ketersediaan kedelai itu, karena itu sangat tergantung dari impor, dan belum ada respon dari pusat,” tambahnya.
Selain itu, hal tersebut juga berimbas pada para pengrajin produksi kripik tempe. Salah satu contohnya, Perajin Keripik Tempe Sanan, Laili Afrida, mengatakan, pihaknya saat ini masih belum menaikkan harga dari keripik tempe yang diproduksi. Namun, kenaikan harga akan menjadi opsi yang akan diambil manakala tempe untuk produksi keripiknya juga naik. (cw2/sit)
















