SEKITAR KITA
Hari Keempat Ramadan, Harga Cabai di Pasar Trenggalek Tembus di Angka Rp 110 Ribu

Memontum Trenggalek – Memasuki hari keempat Ramadan 1446 H, harga cabai di Pasar Basah, Kabupaten Trenggalek, melonjak drastis. Diketahui, harganya mencapai Rp 110 ribu perkilogram.
Salah satu pedagang, Fitri (39) mengungkapkan kenaikan harga cabai terjadi secara bertahap dalam dua minggu belakangan. “Sebelumnya, harga cabai Rp 90 ribu perkilogram. Tapi sekarang, sudah tembus Rp 110 ribu perkilogram,” ujarnya, Rabu (04/03/2025) tadi.
Ditambahkannya, bahwa kenaikan harga ini membuat pembeli mulai mengurangi jumlah belanjaan. Kalau biasanya membeli satu kilogram, kini hanya membeli setengah bahkan seperempat kilogram. Terutama yang belanja untuk kebutuhan rumah tangga.
“Kalau biasanya mereka beli sekilo, sekarang jadi turun setengah hingga seperempat kilo saja. Bahkan ada yang hanya beli beberapa ons,” tegasnya.
Melonjaknya harga cabai ini, tentu berdampak pada omset yang didapat. Fitri mengakui, jika sebelumnya bisa menjual hingga 60 kilogram cabai rawit perhari, kini hanya mampu menjual sekitar 30 hingga 35 kilogram.
Baca juga :
Selain cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti bawang merah dan cabai merah besar. Saat ini, harga bawang merah naik menjadi Rp 36 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 32 ribu. Sementara cabai merah besar, melonjak Rp 10 ribu menjadi Rp 58 ribu perkilogram.
Para pedagang menduga lonjakan harga ini terjadi akibat berkurangnya pasokan dari petani. Ibu 2 anak ini menuturkan, jika cabai yang ia terima dari pemasok semakin terbatas dan kualitasnya pun menurun. “Barangnya makin sedikit, kualitasnya juga kurang bagus. Belum lagi permintaan saat puasa seperti ini tinggi. Jadi mungkin itu yang membuat harga cabai melambung tinggi,” kata Fitri.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran, menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai tidak hanya terjadi di Trenggalek, tetapi juga di daerah lain seperti Tulungagung dan Kediri. “Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi di Trenggalek saja, tapi di daerah lain pun sama. Namun, kami akan terus memantau pergerakan harga dan stok guna memastikan kestabilan harga di pasaran. Jika harga terus naik dan stok semakin terbatas, kemungkinan kami akan menggelar operasi pasar untuk menekan lonjakan harga,” ungkapnya.
Pihaknya mengatakan, juga akan terus memantau perkembangan harga Sembako secara harian. Jika ada indikasi kenaikan yang tidak wajar, Diskomidag siap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampaknya.
Disinggung terkait operasi pasar, Saniran mengaku masih dalam tahap kajian. Saat ini, dirinya masih akan memastikan terlebih dahulu data-data di lapangan agar nantinya langkah yang diambil benar-benar efektif dan tepat sasaran. (mil/gie)














