Berita Nasional
Harlah 1 Abad NU, Presiden Prabowo Hadir di Kota Malang dan Stadion Gajayana Jadi Saksi Sejarah

Memontum Kota Malang – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (08/02/2026) tadi.
Prabowo tiba di Stadion Gajayana sekitar pukul 06.46 WIB, menggunakan kendaraan MV3 Garuda Limousine. Kedatangannya, pun disambut antusias oleh ratusan ribu warga NU dari berbagai daerah di Jawa Timur yang sejak Sabtu (07/02/2026) malam kemarin, memadati stadion bersejarah itu.
Didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah, Indar Parawansa, Ketua PWNU Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfud, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo menyapa para Nahdliyin yang memadati tribun dan lapangan stadion. Dalam sambutannya, Presiden mengaku merasa terhormat dapat hadir di tengah keluarga besar NU pada momentum bersejarah 1 abad berdirinya NU. Dirinya menyebut, setiap pertemuannya dengan warga NU selalu memberikan energi dan semangat persatuan.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia dan merasa sejuk. Saya merasakan semangat persatuan dan harapan bagi bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung peran Jawa Timur dalam sejarah bangsa. Menurutnya, meski Proklamasi Kemerdekaan dibacakan di Jakarta, ujian sesungguhnya kemerdekaan Indonesia terjadi di Jawa Timur, khususnya Surabaya, dengan peran besar para kiai dan ulama NU.
Baca juga :
“Rakyat Jawa Timur yang dipimpin para kiai dan ulama telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia tidak mau tunduk kepada siapa pun yang ingin menjajah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kerukunan. Dirinya menekankan, bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, namun persatuan tetap menjadi kunci kekuatan bangsa.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfud, menyampaikan bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam puncak Harlah NU menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga NU dan masyarakat Jawa Timur. Dirinya menilai, kehadiran presiden bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata kedekatan ulama dan umara.
“Stadion Gajayana hari ini menjadi saksi sejarah persatuan umat dan bangsa, sebagaimana pesan para pendiri Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Stadion Gajayana yang menjadi lokasi Mujahadah Kubro juga memiliki nilai historis tersendiri. Stadion tertua di Indonesia itu, tahun ini juga genap berusia satu abad. Sehingga, menjadikannya saksi dua momentum besar sekaligus, yakni 1 Abad Nahdlatul Ulama dan 1 abad Stadion Gajayana. (rsy/sit)











