Kota Malang

Inflasi Kota Malang April 2024 Terkendali, Lebih Rendah dari 11 Daerah di Provinsi Jawa Timur

Diterbitkan

-

INFLASI: Bahan Pangan penyumbang Inflasi di Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Angka inflasi Kota Malang pada April 2024 dapat terkendali dengan baik, dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Yakni, mengalami inflasi month to month (m-to-m) 0,08 persen dan year on year (y-to-y) 2,89 persen. Angka tersebut, diketahui dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa angka inflasi Kota Malang tersebut lebih rendah dibandingkan dengan Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Walaupun pada bulan tersebut juga terdapat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Hari Raya Idul Fitri.

“Jika dibandingkan dengan 11 daerah lainnya di Jawa Timur, angka inflasi Kota Malang pada April 2024 kemarin, termasuk terendah. Walaupun, memang ada beberapa komoditas yang menjadi andil pada kenaikan inflasi tersebut,” kata Umar, Sabtu (04/05/2024) tadi.

Kemudian, disebutkannya bahwa komoditas bahan pangan bawang merah menjadi penyumbang inflasi m-to-m sebesar 0,09 persen. Lalu, tomat sebesar 0,04 persen, jagung manis sebesar 0,03 persen dan beberapa sayur serta buah-buahan turut menjadi penyumbang inflasi.

Advertisement

Baca juga :

“Pepaya, daun bawang, sawi putih, labu siam, pisang, anggur, brokoli, kol putih atau kubis dan terong masing-masing sebesar 0,01 persen. Selain itu ada beberapa komoditas yang dominan memberikan deflasi m-to-m yang menghambat laju inflasi seperti telur ayam ras sebesar 0,14 persen, daging ayam ras 0,07 persen, cabai rawit sebesar 0,06 persen, cabai merah 0,04 persen, beras 0,04 persen,” jelasnya.

Selain itu, jasa transportasi pada April 2024 juga memiliki andil dalam penyumbang inflasi. Apalagi, beberapa masyarakat melakukan mudik di HBKN tersebut. Diantaranya, tarif tiket kereta api yang mengalami peningkatan harga.

“Pada April 2024 ini jasa transportasi juga memberikan andil dalam inflasi m-to-m sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan, yaitu tarif kereta api dan sepeda motor masing-masing sebesar 0,01 persen,” katanya.

Tentu terkendalinya inflasi tersebut juga karena adanya upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, untuk terus melalui berbagai upayanya. Seperti, melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM), Warung Tekan Inflasi (WTI), dan high leve meeting bersama TPID. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Lewat ke baris perkakas