Kota Malang
Jadi Prioritas Utama, Pemkot Malang Siapkan Perbaikan Total Jalan Pasar Gadang

Memontum Kota Malang – Ruas Jalan di Pasar Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pemukiman dan Kawasan Perumahan (DPUPRPKP). Perhatian itu, karena jalan tersebut menjadi salah satu akses utama kegiatan perekonomian masyarakat Malang Raya.
Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa jalan tersebut masuk kategori yang paling mendesak untuk ditangani. Sehingga, akan disegerakan untuk diperbaiki pada tahun 2026, dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 14,98 miliar.
“Pasar Gadang itukan untuk akses ekonomi. Aktivitas keluar masuk barang dan kendaraan disana cukup tinggi,” kata Dandung, Senin (15/12/2025) tadi.
Kemudian, ditambahkannya bahwa secara umum kondisi jalan di Kota Malang, masih tergolong mantap dan aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, terdapat beberapa ruas yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan serius.
Baca juga :
“Memang ada beberapa ruas yang berlubang, bahkan rusaknya cukup parah. Tapi tidak semuanya bisa kami tangani tahun ini karena keterbatasan anggaran,” tambahnya.
Sedangkan untuk Jalan Pasar Gadang, nantinya akan dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Yakni mencakup dua ruas jalan kembar di depan Pasar Gadang. “Nilainya memang besar karena dua ruas. Jalannya kembar dan penanganannya tidak bisa parsial,” tutur Dandung.
Seiring rencana perbaikan tersebut, ujarnya, untuk proses relokasi pedagang di kawasan Pasar Gadang, akan mulai dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, untuk pengerjaan konstruksi tidak terkendala. Sehingga ke depan, Jalan Pasar Gadang akan ditata menjadi jalan kembar penuh dari sisi timur hingga jembatan, tembus ke perempatan Gadang hingga traffic light. Pengerjaan konstruksi itu, ditargetkan akan dimulai pada triwulan II tahun 2026.
“Konstruksinya nanti menggunakan beton, bukan aspal. Karena itu waktu pengerjaannya cukup panjang,” imbuh Dandung. (rsy/sit)











