Connect with us

Kota Batu

Jalan Panglima Sudirman Kota Batu Akan Dipenuhi 1001 Patung Manusia Sampah

Diterbitkan

||

Jalan Panglima Sudirman Kota Batu Akan Dipenuhi 1001 Patung Manusia Sampah

Memontum Kota Batu – Sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, bakalan ramai dengan hiasan patung manusia sampah dari plastik. Ribuan karya seni tersebut, merupakan bagian dari program Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, dalam mewujudkan kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi lebih bermanfaat baik untuk seni maupun penambahan nilai ekonomis.

Rencananya, ribuan patung manusia sampah tersebut akan berjajar rapi mulai dari Rumah Dinas Wali Kota hingga Balai Kota Among Tani. Selain itu, guna lebih semaraknya acara juga akan digelar car free day (CFD).

Kepala Bidang Pengolahan Persampahan dan Pengurangan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Verdian Budi, saat memberikan sosialisasi di Balai Desa Junrejo, menyatakan bahwa kegiatan tersebut berkaitan dengan hari peduli sampah nasional (HPSN) 2022. Selain itu, juga untuk memecahkan rekor Muri dengan mengusung tema ‘1001 manusia sampah’.

“Kami ambil bahan baku plastik di kegiatan ini, karena sampah plastik jadi kendala utama bagi masyarakat. Terlebih di TPA Tlekung, sampah anorganik menjadi penyumbang tertinggi saat weekend. Kemudian saat weekday, didominasi sampah organik,” tutur Verdian, Selasa (21/06/2022) tadi.

Berdasarkan data, saat pandemi lalu sampah yang masuk ke TPA Tlekung dalam sehari mencapai 89 ton. Kemudian setelah kondisi dilonggarkan, angkanya tembus 120 hingga 130 ton saat weekend dan 110 ton 115 ton saat weekday. Bahkan saat kondisi Kota Batu sedang dibanjiri wisatawan, angkanya mencapai 158 ton perhari.

“Melalui kegiatan 1001 manusia sampah ini, diharapkan mampu menyadarkan masyarakat tentang penggunaan sampah plastik. Sehingga, penggunaan sampah plastik di Kota Batu bisa semakin ditekan,” tuturnya.

Ribuan patung yang terbuat dari sampah plastik, itu akan dibuat mandiri oleh masyarakat Kota Batu. Mulai dari perhotelan, ormas, OPD Pemkot Batu, desa-desa hingga para pelajar. Dalam hal ini pihaknya hanya menyiapkan bambu untuk tegakan patung manusia sampah dan lakban.

Baca juga :

Masyarakat bisa melakukan pengambilan bahan patung hingga tanggal 27 Juni mendatang dan kemudian untuk pengumpulannya dilakukan pada 28 hingga 29 Juni. Sebab pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli, bakal dilakukan pemasangan patung di Jalan Panglima Sudirman.

“Agar kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial, nantinya kami akan rutin melakukan sosialisasi ke bank sampah yang ada di Kota Batu. Sehingga pemanfaatan sampah plastik bisa benar-benar dijalankan,” katanya.

Dalam kegiatan itu, pihaknya juga menggandeng seniman. Salah satunya, Abdul Rokhim. Digandengnya seniman guna memunculkan kepedulian terhadap sampah plastik jadi karya seni rupa. Diwujudkan menjadi 1001 manusia sampah.

“Namanya memang sedikit provokatif. Ini kami lakukan guna menarik seluruh lapisan masyarakat Kota Batu untuk turut andil dalam momen tersebut,” ujarnya.

Rokhim menjelaskan, konsep dari patung manusia sampah itu bentuknya masih proporsional dan standar. Daya kreatifitas dibebaskan, masyarakat boleh memunculkan ide serta kreasinya. “Patungnya mau dibikin gemuk, pendek, tinggi, itu terserah masyarakat,” ujarnya.

Dirinya sangat optimistis, target 1001 patung manusia sampah bisa tercapai. Sehingga bukan hanya menjadi gagasan abal-abal untuk menekan penggunaan sampah di Kota Batu. Untuk mencapai target itu, pihaknya juga sudah menyiapkan 1001 lakban dan tegakan bambu.

Lebih lanjut disampaikan, setelah kegiatan itu selesai, agar patung itu tak menjadi sampah lagi. Patung-patung itu akan di bawa ke TPA Tlekung. Di tempat itu, patung-patung tersebut akan dirombak untuk dijadikan monumen. “Kalau bentuk visual monumen, apakah berbentuk piramida atau candi masih akan kami diskusikan lebih lanjut,” tambahnya.

Dirinya memastikan, meski acara itu sudah selesai, sampah-sampah itu tidak akan kembali lagi jadi sampah. Namun akan tetap menjadi karya seni. “Jika sudah jadi karya seni itu pasti sudah selesai. Beda lagi jika didaur ulang. Nantinya bisa kembali lagi jadi sampah. Karena itu, monumen itu akan kami buat sekuat mungkin. Meski hanya terbuat dari sampah plastik,” paparnya. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.