Kota Malang
Jalan Pasar Gadang Dibangun Dua Lajur Tanpa Tutup Akses

Memontum Kota Malang – Pembangunan Jalan Pasar Induk Gadang Kota Malang dirancang tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung. Bahkan, pengerjaan dilakukan bertahap tanpa penutupan total jalan. Sejumlah keterangan itu, disampaikan Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto.
Pria yang akrab disapa Dandung, itu mengatakan bahwa pekerjaan fisik diperkirakan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan. Nantinya, akan dimulai pada minggu ke empat Mei 2026 mendatang.
“Kita kerjakan secara presisi. Satu sisi dikerjakan, sisi lainnya tetap digunakan untuk akses kendaraan,” ujar Dandung, Selasa (28/04/2026) tadi.
Untuk tahap awal, ujarnya, pembangunan akan difokuskan pada sisi Selatan jalan agar jalur lainnya masih dapat difungsikan. Meski terdapat pekerjaan galian, akses kendaraan dipastikan tetap berjalan.
Baca juga :
Secara desain, jalan baru akan dibangun dua lajur dengan median selebar sekitar 90 sentimeter. Setiap lajur, memiliki lebar sekitar 7 hingga 7,5 meter. Selain badan jalan, proyek juga mencakup pemasangan pagar pembatas di sisi Utara dan Selatan kawasan pasar.
Pagar tersebut, lanjutnya, diusulkan pedagang guna menghindari pembeli berhenti di pinggir jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan serta ketimpangan antar pedagang. “Nantinya pembeli harus parkir di area parkir lalu berjalan ke dalam pasar. Tidak bisa lagi membeli langsung dari kendaraan,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan, penyesuaian harga satuan material tetap dilakukan mengikuti kenaikan harga konstruksi. Namun, total anggaran proyek tetap sebesar Rp 14,9 miliar, sesuai pagu yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jadi memang ada penyesuaian nilai satuan pada beberapa produk material karena memang banyak kenaikan,” imbuhnya. (rsy/sit)
















