Kota Malang

Jelang HUT RI, Penjual Bendera dan Umbul-Umbul Warnai Jalanan Kota Malang

Diterbitkan

-

BENDERA: Penjual bendera di sekitar Pasar Besar Jalan Sutan Syahrir, Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80, sejumlah pedagang bendera Merah Putih mulai bermunculan di berbagai ruas jalan Kota Malang. Selain bendera, juga tersedia aneka pernak-pernik khas Agustusan, seperti umbul-umbul hingga tiang bendera dari bambu.

Pantauan di lapangan, salah satu titik keramaian pedagang berada di Kawasan Pasar Besar, Jalan Sutan Syahrir. Ada beberapa lapak berjejer yang menjajakan bendera merah putih dengan berbagai ukuran dan harga.

Salah satu pedagang, Mulyono (40), menyampaikan jika permintaan bendera dan umbul-umbul biasanya meningkat tajam pada awal hingga pertengahan Agustus. Dirinya memperkirakan, jika puncak ramai diserbu pembeli yakni pada 10 Agustus 2025 mendatang.

“Kalau baru mulai jualan Agustus, nanti keburu sepi. Biasanya ramai-ramainya sampai tanggal 10 Agustus,” kata Mulyono, saat ditemui Senin (28/07/2025) tadi.

Advertisement

Beragam jenis bendera, dijual dengan harga variatif. Mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu persatuan “Kalau untuk kampung, biasanya beli yang Rp 25 ribu. Untuk jalan raya sekitar Rp 30 ribu. Sedangkan kalau perkantoran itu Rp 35 ribu,” tambahnya.

Baca juga :

Sementara untuk umbul-umbul, harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 65 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung ukuran dan motif. Umbul-umbul dengan harga tertinggi biasanya digunakan untuk dekorasi kantor atau instansi pemerintah.

“Tahun ini ada stok dua karung, estimasinya mencapai Rp 17 juta. Kalau tahun lalu sisa satu karung. Jadi sekarang stoknya kami tambah,” ucapnya.

Menariknya, bendera dan umbul-umbul yang dijual Mulyono merupakan produksi lokal dari saudaranya di Kota Malang. Meski begitu, keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar.

Advertisement

“Soalnya bahan-bahannya naik semua. Jadi, kami hanya ambil untung sedikit,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pedagang lainnya, Budi, menyampaikan jika dirinya sengaja memulai berjualan sejak akhir Juli. Itu dilakukan agar tidak ketinggalan momentum puncak penjualan

“Jualannya mulai Kamis, minggu lalu. Biasanya ramainya nanti di awal bulan, tanggal 1 Agustus,” imbuh Budi. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas