Connect with us

Kabar Desa

Jembatan Nyaris Ambruk, Jalur Transportasi Tiga Desa di Sumenep Terancam Lumpuh

Diterbitkan

||

Jembatan Nyaris Ambruk, Jalur Transportasi Tiga Desa di Sumenep Terancam Lumpuh

Memontum Sumenep – Miris, jembatan utama penghubung tiga desa nyaris ambruk di Kabupaten Sumenep. Hal itu, kontan mengakibatkan terhambatnya jalur transportasi warga Desa Sendir, Meddelan dan Desa Cangkreng.

Sebagai akses utama jalur transportasi itu, di lokasi ternyata sudah diblokade dengan alat seadanya oleh warga Desa Meddelan. Seperti Palang Bambu, kayu jati dan pohon pisang. Hanya motor roda yang diberikan akses masuk melewati jalan jembatan tersebut.

Tokoh masyarakat Meddelan, Syafie, mengakui jika jembatan itu sudah waktunya diperbaiki atau dibangun kembali. Sebab, jembatan utama itu dibangun puluhan tahun lalu dan belum pernah ada perbaikan apapun.

“Ya sekitar 30 tahunan sejak pertama kali dibangun. Ini bangunan sisa-sisa peninggalan orde baru. Saya minta cepat diperbaiki sebab ada tiga desa yang melewati jembatan tersebut. Jika tak kunjung diperbaiki, rawan makan korban. Sebab akses motor masih diperbolehkan masuk, hanya mobil saja yang distop,” tutur Syafie.

Bung Fie, biasa dikenal mengatakan jika jembatan nyaris ambruk itu sudah terjadi sekitar seminggu yang lalu. Disamping rawan makan korban, juga mobil tak bisa lewati jalur utama tersebut. “Masak warga Desa Sendir atau Meddelan yang mau ke kota harus mutar sejauh sekitar 20 kilometer lewat Desa Cangkreng, lalu Poreh hingga tembus Pasar Lenteng. Ini kan kasihan. Ini bukan hanya soal waktu yang terhambat, tapi juga menguras biaya BBM mobil itu. Tolong lah kepedulian pemerintah,” harapnya.

Baca juga :

Jika dilihat dari papan nama yang tertera di jembatan, dibangun pada tahun 1992-1993. “Itu artinya usia jembatan sudah hampir 30 tahun. Sudah harus rombak total,” terangnya, Munggu (19/06/2022).

Salah seorang tokoh masyarakat Meddelan, Moh Wardi, juga meminta perhatian pemerintah daerah. “Sebenarnya ini bukan hanya akses lalu lintas transportasi kendaraan tiga desa. Sebab banyak desa lain yang melewati jalur ini,” ujarnya.

Ketika musim panen tembakau dan panen padi, banyak warga desa lain yang bertani di Maddelan. Juga pedagang tembakau yang bawa mobil pikap berlalu lalang di akses utama jembatan ini.

“Apalagi muatan tembakau atau padi kan berat. Kalau lewat jalur lain susah saat berpapasan sebab jalannya sempit. Kalau lewat jalan utaman jembatan ini, mobil bisa berpapasan. Saya minta pemerintah segera perbaiki, kasihan masyarakat, tunjukkan kalau pemerintah mau melayani masyarakat,” kata Wardi.

Kepala Dinas Pengadaan Umum dan Tata Ruang (Dinas PUTR) Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, saat dikonfirmasi mengaku akan mensurvei lokasi. “Oiya, mita sudah dapat info itu dan sudah kita turunkan tim survey ke TKP,” ujar Eri. (edo/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.