SEKITAR KITA
Kabur dari Lokalisasi GS Situbondo, Gadis Asal Bandung Mengamankan Diri di Mapolres

Memontum Situbondo – Diduga menjadi korban perdagangan manusia, seorang gadis berinisial LA asal Kota Bandung, Jawa Barat, kabur dari eks lokalisasi Gunung Sampan (GS) Desa Kotakan, Kecamatan Kota, Situbondo, Selasa (04/01/2022). Saat ini, remaja yang mengaku berusia 20 tahunan dan baru lima hari di eks lokalisasi terbesar di Kota Situbondo itu, masih diminta keterangan oleh penyidik perempuan dan (PPA) Satreskrim Polres Situbondo.
Diperoleh keterangan, sebelum diminta keterangan oleh penyidik PPA Satreskrim Polres Situbondo, LA kabur dari salah satu wisma di eks lokalisasi GS Desa Kotakan dan melaporkan nasib yang dialaminya ke Mapolsek Kota, Situbondo. Selanjutnya, petugas Polsek Kota, langsung membawa gadis asal Kota Bandung, ke unit PPA Satreskrim Polres Situbondo.
Kasi Humas Polres Situbondo, Iptu Achmad Sutrisno, saat dikonfirmasi mengatakan, memang ada seorang gadis mengamankan diri di Mapolres Situbondo. Bahkan, berdasarkan pengakuan gadis asal Kota Bandung Jawa Barat, dia terpaksa mengaku hanya ingin pulang ke kampung halamannya di Kota Bandung.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Dia mengaku terpaksa keluar dari eks lokalisasi GS Desa Kotakan, karena hanya ingin pulang ke Bandung. Meski demikian, penyidik PPA masih meminta keterangan gadis berusia 20 tahun tersebut,” ujar Iptu Achmad Sutrisno.
Seorang warga sekitar lokalisasi saat dikonfirmasi, membenarkan jika ada seorang gadis asal Kota Bandung, yang kabur dari salah satu wisma. Hanya saja, apa yang menjadi masalah, dirinya kurang paham. “Infonya begitu. Namun, saya tidak secara pasti tahu masalahnya,” ujar pria yang tinggal di Rt30 Rw11 Dusun Cangkreng, Desa Kotakan, saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (04/01/2022). (her/mam/sit)
















