Situbondo

Kadinkes Situbondo Imbau Masyarakat Waspada DBD, Lakukan 3 M

Diterbitkan

-

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Abu Bakar Abdi (yud)

Memontum Situbondo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, belum mendapatkan laporan tentang adanya korban yang terkena serangan demam berdarah dengue (DBD). “Hingga saat ini, belum ada laporan ada korban yang terserang DBD, ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Situbondo,” Abu Bakar Abdi.

“Mengimbau kepada masyarakat Situbondo untuk waspada karena sejak masuknya musim penghujan, perkembangan nyamuk lebih cepat. Dan untuk diketahui, bahwa gejala-gejala dari penyakit ini salah satunya adalah demam tinggi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Abu Bakar Abdi saat di temui di ruang kerjanya. Selasa (15/1/2019)

Menurut Abu Bakar Abdi, tak kalah penting dalam mengantisipasi DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan. Hal utama yang harus dilakukan oleh masyarakat. Salah satu caranya dengan menjalankan 3M, yaitu menutup, menguras, dan mengubur potensi sarang nyamuk.

“Jika ada anak kecil yang mengalami demam tinggi, agar segera diperiksa ke petugas kesehatan. Itu bisa sebagai gejala awal DBD”. katanya.

Advertisement

Abu Bakar menambahkan, untuk memutus mata rantai penyebarannya tidak cukup dengan pembasmian nyamuk. Tetapi harus membasmi jentiknya terlebih dahulu.

“Sedangkan untuk fogging atau pengasapan, sambung Abu Bakar Abdi, tidak terlalu efektif karena tidak sampai membasmi jentik. Fogging ini sifatnya menunggu, kalau ada permintaan dari masyarakat”. Tandasnya.

Pada tahun sebelumnya, Abu Bakar mengaku, masing-masing puskesmas sudah melakukan sejumlah inovasi dalam membasmi jentik. “Misalnya ada yang memiliki gerakan ”om DBD om”. Ada juga pemberian abate ke masyarakat di pasar-pasar dan tempat lainnya hingga gerakan libas jentik (gelitik),” pungkasnya. (yud/yan)

Advertisement
Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas