Pemerintahan
Kesulitan Belajar Daring, Disdik Pamekasan Gunakan Luring

Memontum Pamekasan – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan terganggu. Pasalnya, sistem jaringan online (daring) di mendapat keluhan dari orang tua siswa (wali murid). Keluhan itu beruapa siswa tidak memiliki smartphone.
Kadisdik Pamekasan, Akhmad Zaini meminta tenaga pendidik (guru) di lingkungan Disdik Pamekasan untuk menggunakan cara kedua, yakni sistem luar jaringan (Luring). Sistem luring atau guru kunjung ini bisa dijadikan langkah kedua, apabila kondisi siswa tidak memungkinkan untuk mengikuti KBM sistem daring.
“Kendala ini tidak hanya dialami siswa di Pamekasan, tapi hampir se-Indonesia. Sedangkan di Pamekasan hampir ribuan siswa yang mengalaminya. Jadi, jangan memaksakan, jika memaksakan, maka akan sangat susah, silahkan gunakan cara kedua, yaitu luring,” kata Zaini.
Mantan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan itu mengatakan, menggunakan sistem luring ini tentunya tidak sewenang-wenang dilakukan oleh guru. Akan tetapi, harus dibicarakan dengan wali murid, supaya menemukan kesepakatan bersama.
“Perlu ada kebijakan dari guru-guru untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan pilihan-pilihan dan situasinya. Jangan daring semua,” paparnya
Mantan Kabag Kesra Setkab Pamekasan itu menyampaikan berdasarkan keluhan yang dilaporkan oleh tim pengawas diberbagai sekolah, banyak orang tua kesusahan untuk membelikan smartphone.
“Rata-rata keluhannya tidak memiliki fasilitas daring. Kadang wali murid itu mempunyai anak tiga, ada yang di TK, SD SMP. Kalau membeli tiga jadi susah, terkadang mereka gantian menggunakannya,” pungkasnya. (adi/yan)
















