Kota Malang
Keterbatasan Anggaran, DLH Kota Malang Andalkan CSR untuk Revitalisasi TPS

Memontum Kota Malang – Sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Malang sepertinya tidak semua tersentuh revitalisasi di tahun 2026. Itu karena, baru satu TPS yang dipastikan akan direvitalisasi melalui bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama dalam perbaikan TPS. Sementara hingga saat ini, DLH baru mengantongi satu komitmen CSR dari pihak swasta.
“Kalau CSR, sejauh ini baru satu yang masuk, yaitu untuk perbaikan TPS di dekat Sardo, dekat Hotel Pelangi,” kata Raymond, Senin (12/01/2026) tadi.
Dikatakannya, bahwa bantuan CSR tersebut berasal dari salah satu hotel di Kota Malang dan diperuntukkan bagi revitalisasi TPS di kawasan Jalan Simpang Gajayana, Kecamatan Lowokwaru. Nilai bantuan sendiri, diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 juta dan direncanakan direalisasikan pada tahun 2026. Sementara besaran anggaran, menurutnya jumlah itu masih jauh dari kebutuhan ideal, mengingat banyaknya TPS yang memerlukan pembenahan.
Baca juga :
“Masih banyak TPS yang perlu diperbaiki. Seperti TPS Jatimulyo, TPS Pandanwangi dan TPS Simpang Wilis. TPS Simpang Wilis kemarin sempat mendapat CSR, tapi pekerjaannya belum selesai, karena sudah berganti tahun,” jelasnya.
Selain itu, DLH juga masih mengupayakan perbaikan TPS di kawasan Bunulrejo, sementara TPS Mulyorejo disebut sudah rampung diperbaiki. Beberapa TPS di wilayah Kecamatan Lowokwaru, juga masuk dalam daftar prioritas karena membutuhkan atap penutup agar sampah tidak menimbulkan bau, terutama saat musim hujan.
“Termasuk juga TPS Gunung Muria, Kawasan Hutan Malabar juga telah diusulkan untuk diperbaiki. Tetapi karena belum ada anggaran, masih kami upayakan apakah bisa masuk Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau kemungkinan di 2027,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan, DLH Kota Malang berencana lebih aktif melakukan pendekatan ke sektor swasta. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyusun proposal dan mendatangi perusahaan-perusahaan yang berpotensi memberikan dukungan CSR.
“Tahun kemarin konsentrasi kami menyelesaikan kegiatan yang sudah berjalan. Ini tahun baru, kami akan mulai lagi, mengajukan proposal ke perusahaan atau swasta yang kemungkinan bisa membantu,” imbuh Raymond. (rsy/sit)











