Lumajang
Kolam Renang Waterpark KWT Tanpa Asuransi, Anak Candipuro Tewas Cuma Diberi Santunan

Memontum Lumajang—-Hendaknya menjadi perhatian bagi pengelola Waterpark KWT Wonorejo Kabupaten Lumajang agar kejadian serupa tidak terulang kembali yang mana pada, Sabtu (30/6/2018). Seorang anak telah menjadi korban tenggelam di kolam renang kawasan tersebut hingga meninggal dunia.
Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang Deni Rohman Ap, saat di konfirmasi via telepon, Minggu (1/7/2018) membenarkan terkait adanya peristiwa meninggalnya seorang anak setelah tenggelam di Pemandian KWT.
“Saya sudah menerima laporan bahwa ada anak tenggelam yang di tolong oleh petugas pemandian dan langsung dilarikan kerumah sakit namun nyawanya tidak terselamatkan” terang Deni.
Menurut Deni, peristiwa ini merupakan kelalaian orang tua dimana anak tersebut lalai dari pengawasan.
“Ini kelalaian dari pengawasan orang tua dimana saat korban tenggelam ibu korban sedang ke kamar mandi dan bapak korban mungkin lagi ngemong adik korban dan setelah diketahui oleh petugas pemandian baru ditolong dan meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.
Namun amat disayangkan Waterpark KWT Wonorejo tidak ada asuransi, hal ini dibenarkan Deni, ia menyampaikan bahwa belum ada asuransi dan hanya sekedar santunan yang bisa di berikan untuk korban meninggal.
“Kami pagi ini menuju ke rumah duka untuk memberikan uang santunan dan kalau untuk asuransi memang belum ada,” pungkasnya.
Musibah tenggelam seorang anak di Waterpark KWT menimpa keluarga SZ (24) warga dusun Krajan RT 02 / RW 01 Desa Tambahrejo Kecamatan Candipuro Lumajang, saat dirinya bersama keluarga berlibur ke Wahana Pemandian anak di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT). putra tercintanya MZSA (7) meninggal dunia akibat tenggelam.
Informasi yang diperoleh Media ini kronologi kejadian bermula saat SZ bersama keluarga berwisata ke KWT sekira pukul 12.00 wib untuk menikmati liburan dan sekitar pukul 12.45 wib korban berenang dikolam anak tanpa sepengetahuan orang tuanya yang sedang menemani adik korban, kemudian korban berenang ke kolam dewasa dengan kedalam 150 M, Tidak berselang lama pemantau kolam melihat korban berusaha naik kepermukaan air dengan cara yang mencurigakan dan seketika itu pemantau kolam menolong korban dan segera dilarikan ke klinik terdekat namun disarankan di rujuk ke rumah sakit, Sesampai di Rumah sakit Wijaya Kusuma korban tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu pengelola Wahana Pemandian KWT Lumajang terkesan menghindar dan memilih bungkan saat ditanya sejumlah awak media yang ingin memperoleh informasi kebenaran atas peristiwa tersebut.(adi/yan)











