Kabupaten Malang
Kopi Robusta Organik Dampit Jadi Primadona Jatim Expo, Begini Alasannya

Memontum Malang – Kopi robusta organik asal Kecamatan Dampit Kabupaten Malang jadi primadona dalam giat pameran dalam peringatan Hari Perkebunan Nasional yang diselenggarakan di Jatim Expo Surabaya Selasa (19/12/2018) kemarin.
Dalam pameran yang diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur tersebut, Kabupaten Malang melalui DTPHP memamerkan kopi organik asal Kecamatan Dampit.
Jepala DTPHP Kabupaten Malang, Budhiar Anwar menjelaskan, keikutsertaan Kabupaten Malang dalam pameran tersebut, menjadikan semakin besarnya peluang kopi dampit yang selama ini menjadi salah satu produk pertanian unggulan asli Kabupaten Malang dapat lebih dikenal luas.
“Pameran ini kan diikuti oleh seluruh Kabupaten Kota se Jawa Timur, dan pengunjung yang datang kan juga banyak. Jadi peluang untuk lebih dikenal juga semakin besar. Apalagi yang kita pamerkan Kopi Organik,” ujar Budhiar Rabu (19/12/2018) siang.
Dijelaskan,saat ini produksinya mencapai 40 ton per tahun. Ia menyebut, jika dibanding kopi lain yang non organik, kopi organik terbilang lebih sehat karena tumbuh tanpa menggunakan pestisida atau zat kimia yang lain.
“Jika dibanding kopi yang non organik, kopi organik jelas lebih sehat. Karena sudah jelas tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimia lainnya. Dan harganya pun juga relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kopi non organik. Harganya untuk green bean kopi robusta organik bisa mencapai Rp 50.000, kalau non organik kisaran Rp 20-26 ribu per kilonya,” ujarnya.
Masih menurut Budhiar, untuk mampu berkompetisi dengan kopi asal daerah lain di kalangan insdustri kopi dan penghobi kopi, pihaknya berusaha untuk menjaga keorganikan kopi dampit. Ia menyebut, salah satu kompetitor yang perlu diperhatikan untuk jenis kopi organik yaitu kopi asal Vietnam.
“Kalau di pasar dunia untuk kopi, yang masih jadi salah satu kompetitor kita adalah kopi dari vietnam. Selain harganya yang masih dibawah yang kita punya, kualitasnya juga bagus dan sudah tersertifikasi. Maka dari itu, kami juga akan berusaha untuk mempertahankan kualitas organik. Karena itu juga ada tes nya untuk mengukur kadar keorganikannya,” ulasnya
Dengan pameran tersebut, ia berharap akan ada pengunjung dari kalangan penghobi maupun industri kopi yang mau menggunakan kopi organik asal Kabupaten Malang. “Ini kan acaranya Dinas Perkebunan Provinsi, yang membuka juga Gubernur, dan yang datang juga dari kalangan penghobi dan industri kopi internasional. Saya berharap bisa ada follow up dari pameran yang kita ikuti ini tadi,” tambah Budhiar.
Lebih jauh dijelaskan, tentang kopi organik asal Dampit, saat ini sudah ada permintaan 3 ton kopi organik yang akan dikirim ke salah satu industri kopi di Kota Bogor. “Untuk perusahannya saya lupa, kemarin itu ceremonialnya di STPP Singosari,” pungkas Budhiar. (sur/oso)
















