Banyuwangi

Lepas Keberangkatan CJH Banyuwangi, Bupati Ipuk Titipkan Doa untuk Masyarakat Banyuwangi

Diterbitkan

-

CJH: Bupati Ipuk bersama Forkopimda saat melepas keberangkatan CJH Banyuwangi. (pemkab for memontum)

Memontum Banyuwangi – Rasa haru dan kebahagiaan mengiringi keberangkatan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Banyuwangi, dari depan Kantor Pemkab Banyuwangi menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (25/05/2024) malam. Kibaran bendera oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menandai diberangkatkannya 27 armada bus jamaah haji asal bumi Blambangan.

“Kami semua mendoakan, agar para jamaah dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Menjadi haji yang mabrur dan kembali dengan selamat membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk juga berpesan kepada para jamaah untuk menjaga nama baik daerah dan mengikuti semua petunjuk dan arahan petugas. “Jangan sampai melanggar aturan. Baik aturan syar’i ataupun aturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat,” paparnya.

Tidak lupa, Bupati Ipuk meminta agar para jamaah agar menjaga pola hidup selama di Mekkah atau Madinah. Cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu terjadi, bisa berpengaruh kepada kesehatan para jamaah. “Usahakan minum air putih yang banyak,” jelasnya.

Advertisement

Baca juga :

Di kesempatan itu pula, tidak lupa Bupati Ipuk juga memohon kepada para jamaah haji agar berkenan mendoakan Banyuwangi. “Semoga Banyuwangi senantiasa diberikan keamanan, keselamatan dan kesejahteraan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaironi Hidayat, menjelaskan bahwa calon jamaah haji Banyuwangi terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Yakni, Kloter 57, 58, 59 dan 60. “Untuk Kloter 60, terbagi dengan jamaah haji asal Sidoarjo,” urainya.

Choironi juga menjelaskan, jika saat ini jamaah haji lanjut usia relatif sedikit. Jamaah yang berusia di atas 65 tahun sejumlah 263 orang dan 27 diantaranya mengenakan kursi roda.

Advertisement

“Jamaah tertua bernama Lamiran bin Warso dari Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu dengan usia 99 tahun. Sedangkan yang paling muda Khotib Nur Yasin dari Kebaman, Srono dengan usia 19 tahun,” ujarnya.

Diuraikannya, jamaah setibanya di Surabaya, akan beristirahat terlebih dahulu di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Lalu, akan melanjutkan penerbangannya ke Saudi Arabia pada besok malamnya. “Insyallah untuk kepulangannya ke tanah air pada 8 Juli mendatang,” terangnya. (kom/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Lewat ke baris perkakas