Kabar Desa

Lesbumi Kota Malang Hadirkan Festival Sekarbanjar Ketiga

Diterbitkan

-

FESTIVAL: Pentas seni dalam pembukaan Festival Sekarbanjar. (ist)

Memontum Kota Malang – Festival Sekarbanjar kembali digelar untuk ketiga kalinya pada Jumat (19/09/2025) hingga Sabtu (20/09/2025) di kawasan Genting, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. Gelaran yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ini resmi dibuka oleh Sekretaris PCNU Kota Malang, KH Dr Faisol Fatawi, Jumat (19/09/2025) malam.

Dalam sambutannya, KH Faisol Fatawi, memberikan apresiasi atas konsistensi Lesbumi Kota Malang dan warga Genting dalam menjaga tradisi dan budaya lokal melalui Festival Sekarbanjar. Menurutnya, sejak pertama kali digelar pada 2023, festival tersebut menjadi ruang kebersamaan yang menguatkan kehidupan sosial masyarakat.

“Sekarbanjar ini punya makna indah. Sekar berarti bunga, banjar berarti barisan. Jadi saya artikan bunga-bunga yang berjejer rapi, melambangkan keindahan yang terus tumbuh dan harus dilestarikan,” katanya.

Di tahun ini, Festival Sekarbanjar mengusung tema Tawasul Rasul Membuhul Asal Usul, sebagai bentuk persembahan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu, festival tersebut juga menjadi ajang penghormatan terhadap leluhur, alam dan budaya setempat.

Advertisement

Baca juga :

Sementara itu, Ketua SC Panitia Festival Sekarbanjar, Eko B Siswandoyo, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya dengan Saba Sumber dan Tandur Wit di Sumber Serut, Genting Lowokwaru, pada Kamis (18/09/2025). Kegiatan tersebut berupa susur mata air sekaligus menanam pohon Gayam dan Sukun sebagai simbol penghormatan pada alam.

“Pada Jumat paginya kemarin, agenda dilanjutkan dengan ziarah makam leluhur, kirab budaya pada malam harinya, serta pementasan seni tradisi Topeng Menak. Kemeriahan festival juga semakin terasa dengan berbagai hiburan rakyat, mulai dari Buto Gedruk, bantengan, hingga jemparingan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, para warga juga turut serta dalam lomba-lomba untuk anak-anak, pemberian Anugerah Sekarbanjar, hingga ritual jabutan, sebuah tradisi khas yang sarat makna kebersamaan. Puncak acara berlangsung pada Sabtu (20/09/2025) malam, dengan pengajian maulid yang menghadirkan KH Dr Rijal Mummaziq.

“Festival ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pengikat rasa cinta pada Nabi, leluhur, dan bumi tempat kita berpijak,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas