Surabaya
Mahasiswa Australia Teliti Perbedaan Kontruksi Bangunan, UK Petra Unggulkan Green Building
“Mereka bisa menggunakan alam sebagai satu sumber dari pada menggantungkan diri, dari pada energi atau minyak bumi yang sekarang akan lebih sedikit dan lama-lama akan habis dari energi fosil. Itu yang diajarkan,” jelasnya.
Sementara itu, Riza Yosia Sunindijo Dosen Teknik dari UNSW Australia menjelaskan, jika kedatangannya ke UK Petra Surabaya merupakan bagian dari program Internasional Construction Study Trip 2019. Dengan mempelajari mengenai budaya, bahasa, serta arsitektur yang diterapkan di Indonesia, dan salah satunya adalah green building.
“Di Australia konsep bangunan gedung hijau sudah cukup banyak, akan tetapi kami ingin mempelajari konsep bangunan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya perbedaan musim, suhu, maupun cuaca yang ada di Indonesia menjadi dasar mahasiswa Australia untuk mempelajari konsep yang digunakan dalam bidang pembangunan.
“Karena Australia dan Surabaya pasti memiliki perbedaan konsep dan juga cara untuk melakukan pembangunan,” tambahnya.
Mahasiswa UNSW Sidney, Imaly mengaku, bahwa ia senang dan tertarik belajar bangunan di Indonesia. Terlebih kepada bangunan hijau Gedung P1-P2 UK Petra yang dirasa berbeda dari negaranya (Australia).
“Ini sangat berbeda dengan Australia, struktur bangunannya maupun konsepnya,” ucap Imaly.
Pun mengatakan, jika kedatangannya ke Surabaya tidak sia-sia, sebab banyak mendapatkan pengetahuan yang belum diperoleh di Australia.
“Seperti konsep perencanaan pembangunan agar tahan bencana maupun langkah untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Jika di Australia tidak menggunakan dasar tersebut untuk membuat suatu bangunan,” tutupnya. (est/ano/yan)
















