Kota Malang
Malang Super Fight, Petinju Indonesia Hajar Petinju Dunia, Merpati Putih Hancurkan Besi

“MSF ke-26 merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-105 Kota Malang, HUT ke-58 Kostrad, dan HUT ke-70 Bek Ang TNI AD. MSF ini merupakan salah satu gengsi petinju Indonesia dalam menghadapi petinju asing,” terang Ketua Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Malang Raya, Ir. H Ade Herawanto MT, sekaligus Pembina Pertina Jatim periode 2019-2023.
Pertandingan tak kalah seru juga ditampilkan Galih Susanto (Yon Bekang BC Malang) melawan Frans Damour (UBS Konsikan Surabaya) di kelas Bantam 53,5 kilogram. Pertandingan yang berlangsung 8 ronde dengan dukungan penuh dari para prajurit Divif 2 Kostrad ini, dimenangkan oleh Galih Susanto (Yon Bekang BC Malang). Tak ketinggalan beberapa pertandingan tinju amatir lainnya yang dihelat pagi hingga sore.
Selain pertandingan tinju, juga dipertontonkan bela diri silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Merpati Putih (MP), kick boxing, jaranan, DJ Regina Rumopa, Malang Perkusi, dan lainnya. PSHT menampilkan kepiawaian dan teatrikal, sementara MP mempertunjukan kebolehan ibu-ibu Dharma Wanita dan Persit dalam mematahkan beberapa besi dragon dengan tangan dan tulang kering kaki. Sedangkan kick boxing menampilkan perwakilan Brimob melawan Kostrad yang berakhir imbang (draw).
Disela pertandingan, Ir. H Ade Herawanto MT, Penggagas MSF, sekaligus Ketua Pelaksana MSF ke-26, menyerahkan Ikrar Indonesia Damai kepada Supervisor WBC Internasional, Kolonel Damrong. Usai penyerahan di atas ring, Ade Herawanto berduet dengan Anto Baret melantunkan lagu Kabar Damai dari band d’Kross, yang diikuti Aremania dan penonton yang hadir. Tak ketinggalan Aremania menyalakan flare sebagai pemantik semangat fairplay.

















