Kota Malang
Malang Super Fight, Petinju Indonesia Hajar Petinju Dunia, Merpati Putih Hancurkan Besi

Selain penyerahan Ikrar Damai Indonesia, diserahkan pula penghargaan dan apresiasi kepada para mantan petinju legendaris asal Malang, diantaranya Handono, Monod, Nur Huda, Fauzul, Hero Tito, dan lainnya. Tanpa pionir dan kehadiran mereka, semangat dan sportifitas petinju asal Malang terasa berkurang.
“Karena mereka, Malang sempat menjadi barometer tinju nasional dan internasional. Setidaknya ini sebagai salah satu bentuk penghargaan dan perhatian dari Kota Malang kepada mereka saat ini,” ungkap Sam Ade.
Pamuncak penyerahan penghargaan dipamungkasi dengan penganugerahan Wajib Teladan Pajak 2018 kepada 4 pelaku usaha hotel, kost, resto dan hiburan, diantaranya Corner GH, Kost putra Amarilis, Ikan Bakar Cianjur, dan Time Zone Matos. Kategori penilaiannya, self assesmen (melaporkan sendiri), jujur, dan tertib (tepat waktu dan tidak pernah menunggak). Mereka mendapatkan hadiah cincin emas.
Turut hadir dalam perhelatan MSF XXVI ini, diantaranya tokoh insan tinju Amatir-Profesional se-Malang, Pengurus Pertina Provinsi Jawa Timur, Promotor Armintan Tagore dan David Steven; Asisten I Sekda Kota Malang Abdul Malik, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen. TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr. (Han); Pembina Pertina Jatim, Kol. (Mar) Suliono; Kapusdik Brimob Watukosek, Kombes (Pol) Almas Widodo Kolopaking; korps TNI, Polisi, sejumlah komunitas, dan masyarakat Malang Raya. (adn/yan)
















