Kota Malang

Masih Aman dari Virus Nipah, Dinkes Kota Malang Imbau Warga Tetap Waspada

Diterbitkan

-

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Meski belum ditemukan adanya kasus Virus Nipah di Kota Malang, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Itu karena, virus tersebut dinilai cukup berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa kondisi di Kota Malang saat ini masih aman. Namun, Husnul mengingatkan adanya jalur paparan Virus Nipah yang perlu diwaspadai, terutama dari negara-negara yang saat ini melaporkan kasus aktif.

“Untuk Virus Nipah, Kota Malang masih aman. Di Indonesia, Jawa Timur dan Malang belum ada laporan. Tapi masyarakat tetap harus waspada terhadap lintasan paparan virus ini,” ujar Husnul, Senin (09/02/2026) tadi.

Dirinya juga menjelaskan, Virus Nipah memiliki reservoir alami berupa kelelawar. Beberapa negara yang saat ini mencatat kasus antara lain India, Bangladesh dan Malaysia. Kedekatan geografis Malaysia dengan Indonesia serta tingginya mobilitas warga menjadi perhatian khusus.

Advertisement

“Malaysia ini cukup dekat dan orang-orang Indonesia juga sering ke sana. Itu yang harus menjadi kewaspadaan agar virus tidak terbawa masuk ke Indonesia,” katanya.

Baca juga :

Husnul memaparkan, penularan Virus Nipah umumnya terjadi melalui rantai makanan. Kelelawar yang memakan buah dapat meninggalkan sisa gigitan, kemudian buah tersebut dikonsumsi manusia. Selain itu, buah yang terkontaminasi juga bisa dimakan hewan lain, lalu hewan tersebut dikonsumsi manusia.

“Jalur penularannya seperti itu. Dari kelelawar ke buah, lalu ke manusia, atau melalui hewan perantara,” tambahnya.

Advertisement

Untuk memutus rantai penularan, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi buah yang terlihat bekas gigitan kelelawar. Selain itu, konsumsi daging juga harus dipastikan matang sempurna.

“Kalau makan buah, pastikan bersih dan tidak bekas gigitan. Kalau makan daging, masaknya harus benar-benar matang,” tuturnya.

Terkait prosedur penanganan jika nantinya ditemukan kasus, Husnul menyebut saat ini belum ada Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus seperti saat pandemi Covid-19. Hal ini karena belum ditemukan kasus di wilayah Jawa Timur.

“Belum ada edaran dari provinsi. Karena belum ada kasus, kita masih landai-landai saja. Namun, fokus ke kewaspadaan terutama bagi mereka yang baru melakukan perjalanan dari tiga negara yang menjadi perhatian dengan kasus Virus Nipah,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas