Kabar Desa
Melihat Tradisi Asatan Situbondo, Ratusan Warga Tumpek Blek Berburu Ikan di Sungai Sampean Baru

Memontum Situbondo – Ratusan warga mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga ibu-ibu mengikuti Tradisi Asatan, Senin (07/11/2022) tadi. Tradisi berupa berburu ikan di Sungai Sampean Baru, Kabupaten Situbondo, itu mendapat apresiasi luar biasa masyarakat dan disambut antusias.
Tradisi Asatan sendiri, adalah tradisi dimana debit air di Sungai Sampean Baru, dikecilkan. Sehingga dengan begitu, air menjadi keruh lantaran bercampur dengan tanah. Sementara ribuan ikan mulai dari nila, mujair, tawes hingga lele, yang dalam kondisi mabuk, pun ditangkap beramai-ramai warga.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Salah satu peserta Tradisi Asatan, Imron (25) warga Desa Kotakan, mengatakan bahwa dirinya mulai mencari ikan di sekitar Jembatan Sliwung, Kecamatan Situbondo, sekitar pukul 10.00. “Tadi pagi sebenarnya sempat turun juga ke aliran sungai. Namun, karena kedinginan, jadi sekarang hanya menunggu di atas jembatan saja,” ujarnya kepada Memontum.com.
Imron juga mengaku, hingga pukul 14.00, dirinya sudah mendapatkan ikan sekitar dua kilogram. “Ini ada Ikan Nila, yang berhasil saya tangkap. Ukurannya juga lumayan. Tapi yang paling banyak, ya Ikan Tawes, yang ukurannya kecil-kecil atau sekitar dua jari saya,” tambahnya.
Lebih lanjut Imron menyampaikan, ikan yang dirinya dapat tersebut, bakal dikonsumsi sendiri. “Saya bawa pulang. Biasanya ibu yang masak untuk dimakan bareng-bareng,” bebernya.
Menurut Imron, Tradisi Asatan sendiri berlangsung setahun sekali. “Yang jelas akhir tahun. Antara bulan Oktober atau November,” ujarnya. (her/gie)
















