Berita

Mergosono Longsor! Hantam Dua Rumah Warga

Diterbitkan

-

Mergosono Longsor! Hantam Dua Rumah Warga

Memontum Kota Malang – Bencana longsor terjadi di Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang pada Kamis (26/12/2019) siang. Tepatnya di Jl Kolonel Sugiono Gang 1B RT 7 RW 5. Berdasarkan pantauan Memontum.com di lapangan, ada dua rumah yang terdampak longsor tersebut. Yakni rumah milik Mulyadi (55). Beberapa warga terlihat berusaha membersihkan sisa-sisa longsor untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh beberapa warga, sebelum longsor terjadi, kondisi tanah yang menjadi plengsengan tersebut sudah menunjukan tanda kurang kuatnya konstruksi. Terlebih setelah ada pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) tepat di atas lokasi tersebut.

“Jadi sebelum dibangun, warga sudah banyak yang khawatir atas kondisi plengsengan di bawahnya. Tapi karena kabarnya mau dibangunkan taman bermain untuk anak-anak, ya kami mau saja. Namun sebelum itu kami sudah berusaha mengingatkan akan kondisi plengsengannya, tapi juga tidak dihiraukan oleh panitia penanggung jawab yang ada di kampung sini,” ujar salah seorang warga kepada Memontum.

Sementara itu menurut Mulyadi (55) pemilik rumah yang rusak akibat longsor tersebut mengaku, bahwa sebelum ada pembangunan tersebut, rumahnya telah berdiri lebih dulu dan dalam kondisi baik-baik saja. Namun kerusakan mulai muncul saat pembangunan RTH untuk taman bermain anak-anak tersebut baru dimulai. Mulyadi mengaku, bahwa keretakan yang diduga akibat pembangunan tersebut sudah muncul sejak hampir dua bulan lamanya.

Advertisement

“Ya awalnya rumah saya baik-baik saja, namun saat proyeknya dimulai, mulai muncul beberapa retakan, awalnya retakan serambut lalu lama-lama retakannya membesar,” ujar Mulyadi kepada Memontum.com.

Melihat keadaan tersebut, Mulyadi pun melaporkan hal itu kepada beberapa warga, hingga ke kelurahan. Karena khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kerusakan semakin parah, Mulyadi beserta seluruh anggota keluarganya pun terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya yang tidak jauh dari rumahnya.

“Ya mau gimana lagi mas, setelah ada yang meninjau beberapa waktu lalu, kami sekeluarga ngungsi di rumah tetangga sejak sekitar tiga hari yang lalu. Tadi pun sebelum longsor terjadi, pak Lurah dan perwakilan Babinsa juga sudah meninjau, dan atas sarannya memang lebih baik untuk sementara waktu ya mengungsi dulu. Dan sekitar jam 12 baru kejadian,” imbuh dia.

Beruntung sebelum kejadian, Mulyadi sempat menyelamatkan seluruh anggota keluarganya dan beberapa benda berharga miliknya. Atas kejadian tersebut, Mulyadi menaksir kerugian yang ia alami sekitar Rp 50 hingga Rp 75 juta.

Advertisement

“Ya saya berharap ada yang bertanggung jawab, dan saya juga tidak mau kalau cuma diberi bantuan material bangunan saja. Awalnya rumah saya baik-baik saja kok, seperti apa rumah saya awalnya, ya harapannya bisa kembali seperti semula,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian

Sementara itu, Camat Kedungkandang, Mabrur saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, bahwa longsor tersebut terjadi diduga karena konstruksi pondasi yang kurang kuat.

“Ya yang namanya longsor kan kita juga tidak tahu ya, ini juga sedang tidak hujan. Tapi melihat kondisi seperti ini, kondisi tanah dibawahnya kan labil. Dan ternyata bangunan pondasi sebagai penyangganya itu kan dari batu bata, ini kan sebenarnya juga diuruk oleh warga, dan mungkin karena beban konstruksi di atasnya yang berat, sehingga longsornya terjadi,” ujar Mabrur.

Sebelumnya, ia mengaku, pihaknya juga telah menerima laporan setelah hal itu tersebar di media sosial. Yang kemudian pihaknya mengkoordinasikan hal tersebut bersama pihak kelurahan.

Advertisement

“Kami terima laporan sekitar dua hari yang lalu, itu setelah ada kabar dari media sosial. Dan lalu saaya koordinasikan dengan pak Lurah. Dan tadi pagi itu baru ditinjau sama pak Lurah,” imbuh dia.

Langkah selanjutnya, Mabrur mengatakan akan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. “Ya atas kejadian ini akan kami laporkan ke pihak terkait, ya ke BPBD, Dinas PU, ke Pak Walikota juga. Akan kami koordinasikan dulu untuk pembenahannya. Termasuk kami upayakan bantuan untuk Pak Mulyadi yang rumahnya terdampak,” pungkasnya. (iki/yan)

 

Advertisement
Advertisement
Lewat ke baris perkakas