Kota Batu
Minimalisir Bau, 2.100 Meter Persegi Tumpukan Sampah di TPA Tlekung Ditutup Geomembran

Memontum Kota Batu – Seluas 2.100 meter persegi lahan tempat pembuangan sampah di TPA Tlekung, ditutup geomembran. Penutupan yang dilakukan ini, akan dilakukan secara bertahap, karena volume luas total lahan di TPA Tlekung, sebesar 9.000 meter persegi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan tujuan penutupan geomembran tersebut untuk mengurangi bau sampah. “Hari ini kami mulai menutup tumpukan sampah dengan geomembran. Di sini lahan yang ditutup seluas 2.100 meter persegi,” terangnya di TPA Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jumat (25/08/2023) siang.
Setelah ditutup geomembran, menurut Aries, lahan itu tidak lagi ditumpuk sampah. Dalam pengertian, sudah dimatikan sel sampahnya. Namun begitu, ke depan area lahan 9.000 meter persegi pembuangan sampah akan ditutup geomembran secara keseluruhan.
Baca juga:
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
“Ini dilakukan penutupan secara bertahap. Karena sudah terlalu penuh di TPA Tlekung ini. Artinya, ya TPA Tlekung ini sudah tidak lagi menerima sampah dan mencari tempat yang baru,” ujarnya.
Kini, ujarnya, DLH sudah membidik tempat baru untuk dijadikan TPA. Bahkan, saat ini sedang melakukan kajian. “Yang jelas, di sini akan ditutup. Kita sudah melakukan kajian tempat yang baru. Dan, sebenarnya saat ini pengurangan sampah sudah signifikan. Dari 171 ton sampah perhari. Terhitung, 21 Agustus 2023 lalu sudah berkurang menjadi 117 ton. Ya, ini berkat kerjasama sama semua pihak untuk mengolah sampah,” tambahnya. (put/gie)
















