SEKITAR KITA
Mitigasi Banjir dan Longsor, BPBD Situbondo sebut Ada Lima Kecamatan Masuk Daerah Rawan

Memontum Situbondo – Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Zainul Arifin, mengatakan ada lima kecamatan di Situbondo, tercatat rawan banjir dan longsor saat musim hujan. Wilayah tersebut adalah Kecamatan Mlandingan, Suboh, Sumbermalang, Jatibanteng dan Kecamatan Banyuglugur.
Kecamatan Sumbermalang dan Suboh, menjadi perhatian khusus karena kedua kecamatan itu menjadi langganan bencana longsor saat musim hujan. Bahkan, di Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh, diketahui ada tanah retak.
Sedangkan di Kecamatan Sumbermalang, lanjutnya, yang rawan longsor berada di Dusun Semage, Desa Kalirejo dan Dusun Alas Tengah, Desa Taman, termasuk Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh. “Karena di wilayah yang saya sebut itu terjadi longsor, maka satu dusun akan terdampak,” ucapnya, Jumat (03/12/2021).
Baca juga :
- Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan
- Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan
- Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen
- Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan
- Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah
Sementara untuk rawan banjir, kata Zainul, jika di hulu hujan deras dengan durasi lama, maka Situbondo akan mengalami banjir kiriman. Oleh karena itu, BPBD selalu berkoordinasi, khususnya dengan pihak Bendungan Sampean Baru di Bondowoso, yang menjadi hulu dari sungai Situbondo.
“Bendungan Sampean Baru itu ada di hulu, di Kecamatan Tapen, Bondowoso. Jika semua pintu air sebanyak tujuh pintu itu sudah dibuka, maka Situbondo perlu waspada,” paparnya. (her/sit)















