Connect with us

Politik

Novita Hardiny: Kaum Perempuan Punya Peran Vital dalam Pembangunan Daerah

Diterbitkan

||

Novita Hardiny Mochamad saat menyapa kader dan simpatisan paslon nomor urut 2 di Kecamatan Trenggalek.
Novita Hardiny Mochamad saat menyapa kader dan simpatisan paslon nomor urut 2 di Kecamatan Trenggalek.

Memontum Trenggalek – Kembali mendampingi suami dalam pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020, Novita Hardini ingatkan peran kaum perempuan dalam pembangunan daerah.

Ditemui usai kampanye vitual di posko pemenangan yang ada di Kecamatan Trenggalek, Novita mengatakan bahwa kampanye kali ini harus dijalani ditengah masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah ada tanggungjawab moral bagi saya sebagai pendamping Calon Bupati Mochamad Nur Arifin ketika harus merasakan proses demokrasi tetap berjalan meski ditengah pandemi Covid-19. Bahkan sebelum memasuki masa cuti pun, Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek sudah berupaya dalam hal memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Novita, Jumat (30/10/2020) siang.

Selama ini, pihaknya juga selalu memupuk kesadaran masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh (imun).

“Melalui kampanye virtual semacam inilah wujud komitmen pasangan calon nomor urut 2 yaitu Mas Ipin – Syah untuk memberi contoh kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Trenggalek agar tetap berupaya memutus penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Disinggung terkait kehadiran para kader dan simpatisan yang didominasi kaum perempuan, Novita menyebut jika posisi perempuan merupakan topik yang menarik untuk dikaji. Sehingga selain meneropong kaum perempuan dari segi sosial, juga bisa didapati segi yang lain.

“Jadi sebelum saya dan Mas Ipin datang ke Trenggalek, jembatan antara kaum perempuan dan laki-laki sangat terbentang jauh. Juga keberpihakan perempuan sangatlah minim bahkan tidak ada. Tetapi setelah Mas Ipin menjabat, banyak sekali program pemerintah yang melibatkan kaum perempuan di Kabupaten Trenggalek seperti halnya Musyawarah Perempuan Anak Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren),” jelas Novita.

Didalam Musrena Keren, kaum perempuan, anak, kelompok rentan dan disabilitas diberikan ruang dalam memberikan partisipasi dalam pembangunan daerah. Yang mana nanti hasilnya bisa dibawa ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten.

Selain itu juga ada program Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas, dan Kelompok Rentan lainnya (Sepeda Keren) yang mana program ini menjadi satu-satunya dan ada di Kabupaten Trenggalek saja.

“Program-program inisiatif inilah menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Trenggalek, yang mana kaum perempuan jika dikaji sesuai fungsinya tidak bisa disamakan dengan laki-laki. Akan tetapi kami mempunyai fungsi dimana seluruh elemen masyarakat bisa dilibatkan dalam pembangunan daerah, meski dengan pembagian tugas berbeda yang bisa mengoptimalkan pembangunan itu sendiri,” tegasnya.

Istri Mochamad Nur Arifin ini mencontohkan jika kaum perempuan itu berdaya maka akan ada berapa banyak rumah tangga yang berdaya pula.

Pihaknya berharap tahun 2024 nanti, kegiatan atau program yang sudah berjalan bisa dilanjutkan. Dan target kita adalah bagaimana kaum perempuan di Kabupaten Trenggalek tidak takut dalam bersuara untuk kemajuan pembangunan.

“Kaum perempuan memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan sampai nanti tahun 2030. Kita menghadapi bonus demografi dengan baik sehingga Kabupaten Trenggalek bisa menjadi Kabupaten yang siap menyumbang perekonomian yang besar untuk Jawa Timur,” kata Ketua TP PKK Trenggalek non aktif ini.

Ibu 3 anak ini juga menyampaikan jika momen kampanye kali ini bukan lagi momen dimana ia memberikan janji, tapi kesempatan ini dimana apa yang sudah menjadi kinerja selama ini. (mil/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.