Bondowoso
NU dan Ponpes Satu Entitas

Memontum Bondowoso——-Nahdlatul Ulama (NU) dan Pondok Pesantren (PP) merupakan dua entitas yang tak bisa dipisahkan. Apalagi kemajuan PP tidak lepas dari peran kaum Nahdliyin. Begitu menurut Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni, saat memberikan sambutan di acara Haul Masyayikh di PP Darul Falah Ramban Kulon, Kecamatn Cermee, Kabupaten Bondowoso
Menurut Amin, banyak hal yang perlu diperjuangkan bersama. Di antaranya, mempertahankan benteng atau pondasi keislaman, seperti aqidah, syariat, fikih agar tidak dipengaruhi oleh faham non Aswaja Annahdliyah.
Kemudian, lanjut Amin, perjuangan selanjutnya adalah menyiarkan ajaran Islam Nusantara, yang sesuai dengan Thariqah Ahli Sunnah wal Jamaah. Menyiapkan kader mutafaqquh fiddin, santri yang siap jadi alat perjuangan ulama, NU dan Pesantren.
“Yaitu kader yang tidak dipengaruhi oleh paham-paham radikal,” tegasnya. Menurut Amin, semua itu akan menjadi pilar penting, untuk terus menegakkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara Haul sekaligus laporan penyelenggaraan pendidikan tahun pelajaran 2017-2018, merupakan acara Yayasan di Ponpes Darul Falah Ramban Kulon Cermee, khusus untuk wali santri dan alumni.
Yayasan Ponpes Darul Falah itu diketuai oleh KH Abd Qodir Syam. Selain Bupati Bondowoso, acara itu juga dihadiri tokoh penting lainnya, di antaranya Ketua DPRD Bondowoso, H Tohari S.Ag, Ketua MUI KH Asy’ari Fasya, Ketua Fraksi PKB H. Sutriyono, Sag, Camat Cermee, Suhari, S.Sos, Ketua MWC NU Cermee H. Abd. Mannan, dan rombongan PCNU.
Ada sekitar dua ribu jemaah yang memenuhi halaman PP Darul Falah. Para jemaah mengikuti acara Hasul Masyayikh dan laporan pembelajaran di Ponpes Darul Falah. Hadir juga para wali santri dan alumni Ponpes Darul Falah. (sam/yan)










