Kediri
Pasokan LPG 3 Kg Kabupaten Kediri Kembali Normal, Mas Dhito Tetap Pantau

Memontum Kediri – Masyarakat Kabupaten Kediri saat ini tidak lagi resah karena kelangkaan LPG 3 Kg. Itu karena, setelah berbagai upaya yang dilakukan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana, sangat maksimal dan membuahkan hasil positif.
Sebagaimana dalam unggahan story instagram pribadinya @dhitopramono pada Jumat (04/08/2023), Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, menjelaskan kondisi LPG di berbagai kecamatan di Kabupaten Kediri. “Pare : sudah mulai lancar, Papar kembali normal, Ngadiluwih: sudah kembali normal,” tulis Mas Dhito pada unggahan itu.
Kestabilan distribusi LPG tersebut, juga dirasakan di Kecamatan Kayen Kidul, Kras, Banyakan, Grogol, Kunjang, Kandat, Semen, hingga Ringinrejo.
Sementara dari pantauan di lapangan, stok LPG di pangkalan terlihat melimpah. Salah satunya seperti pangkalan LPG di Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo.
Pemilik Pangkalan, Imam Taroki, mengatakan jika kondisi elpiji di wilayahnya terus berangsur membaik. Terlebih, dengan adanya penambahan kuota harian dari Pertamina.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Mulai Selasa (01/08/2023) sudah mulai stabil. Warga sudah tidak menunggu (LPG) lama” katanya.
Imam mengungkapkan, di hari biasa, pangkalan miliknya mendapatkan kuota 165 tabung. Sedangkan kare a adanya penambahan tersebut, pihaknya mendapatkan dua kali lipat dari hari biasa.
“Minggu yang biasa libur, kita dapat kuota 265 LPG,” bebernya.
Dengan stabilnya pasokan LPG ini, pun juga membuat masyarakat merasa tenang. Pasalnya, kelangkaan tersebut diketahui hampir terjadi selama dua bulan belakangan.
“Alhamdulillah mulai lancar sejak Senin (31/07/2023),” tutur Aldila Anggun Sasmita warga Desa Gampengrejo, Kecamatan Gampengrejo.
Dirinya berharap, ke depan tidak ada lagi kelangkaan semacam ini. Karena, LPG menjadi kebutuhan primer yang selalu dibutuhkan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, sejak kelangkaan LPG terjadi, hampir di setiap wilayah di Kabupaten Kediri terus dilakukan pemantauan Mas Dhito. Pihaknya melakukan pantauan langsung distribusi dari agen hingga pangkalan. Dari pantauannya Rabu (26/07/2023) lalu, Mas Dhito menemukan indikasi penyalahgunaan LPG bersubsidi tersebut.
Indikasinya, adanya peternak yang menggunakan tabung melon ini untuk penghangat anakan ayam maupun petani untuk pengairan. Di sisi lain, tidak adanya distribusi saat tanggal merah yang membuat pasokan LPG tersendat.
Kemudian, Mas Dhito juga mengupayakan adanya penambahan kuota melalui berkoordinasi dengan pihak pertamina. Saat itu, Mas Dhito bertemu dengan Eksekutif Sales Area Manager Retail Kediri Pertamina, Wira Pratama.
Dari pertemuan Jumat (28/07/2023) lalu tersebut, Wira mengatakan Kabupaten Kediri mendapatkan 58 ribu ekstra suplai perharinya selama empat hari. Terhitung, mulai Kamis (27/07/2023) hingga Minggu (30/07/2023).
“Jadi, ekstra supply sampai hari minggu nanti. Kalau kondisinya sudah normal, tanggal merah di hari reguler kita akan tetap salurkan,” tuturnya waktu itu.(pan/sit/kom)
















