Kota Malang
Pastikan Stok BBM Malang Raya Aman, Pertamina Siapkan SPBU Kantong di Titik Rawan

Memontum Kota Malang – Pertamina Fuel Malang memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Malang Raya aman, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kesiapan tersebut, mencakup wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang hingga Kota Batu, termasuk jalur-jalur wisata yang diprediksi mengalami lonjakan arus kendaraan.
Fuel Terminal Manager Malang, Doly Pratama Yudha, mengatakan bahwa Pertamina Fuel Malang telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan potensi kemacetan selama periode Nataru. “Insyaallah untuk ketersediaan stok BBM di Malang dan sekitarnya aman, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Kami menyuplai Malang, Batu, sampai Kabupaten Malang,” ujar Doly, Sabtu (20/12/2025) tadi.
Menurutnya, Pertamina telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Nataru untuk memantau titik-titik rawan kemacetan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan SPBU kantong, yakni mobil tangki BBM yang disiagakan di wilayah tertentu guna memastikan pasokan tetap terjaga saat terjadi kepadatan lalu lintas.
“Kami siapkan SPBU kantong di wilayah-wilayah yang diprediksi terjadi kemacetan, termasuk jalur wisata. Jadi bukan SPBU fisik, tapi mobil tangki yang standby di lokasi,” ucapnya.
Baca juga :
Selain itu, Pertamina juga menyediakan Call Center 135 sebagai layanan jemput bola jika terjadi gangguan distribusi akibat kemacetan. Koordinasi lintas sektor turut dilakukan bersama kepolisian, baik Kasat Intelkam maupun Kasat Lantas, termasuk opsi pengawalan (patwal) apabila jalur distribusi tidak dapat dilalui.
“Kalau memang tidak bisa dilewati karena macet, kami koordinasikan untuk pengawalan. Intinya, semua sudah kami mitigasi,” tambahnya.
Untuk wilayah rawan kemacetan, Pertamina telah memetakan empat titik SPBU kantong, masing-masing dua titik di wilayah Batu, satu di Garum, Kabupaten Blitar dan satu titik di wilayah Malang bagian timur.
“Selama periode Nataru ada kenaikan 4 persen dibandingkan kondisi normal. Rata-rata distribusi harian yang biasanya berada di kisaran 2.100 kiloliter per hari diperkirakan meningkat selama libur akhir tahun,” imbuhnya. (rsy/sit)










