Lamongan
Pawai Gunungan Ketupat Ramaikan Tradisi Kupatan Pesisir Pantura Lamongan

Tak hanya itu, tambahnya, selain pawai gunungan Ketupat, pawai ini juga diikuti oleh sejumlah perahu hias yang menghiasi laut disekitar Wisata Bahari Lamongan (WBL). Setiba di lokasi Tanjung Kodok, gunungan ketupat ini diperebutkan dan menjadi rebutan ratusan warga yang sebelumnya juga sudah mengantri banyak berkumpul di Tanjung Kodok yakni dilokasi wisata WBL.
“Kalau jumlah gunungan ketupat ada sekitar 35 dan sebanyak 17 perahu hias yang ikut meriahkan acara itu,” jelasnya.

Selain gebyar ketupat itu diawali dengan defile perahu hias nelayan pantura yang dilanjutkan rebutan gunungan ketupat dan kenduri kupat yakni makan beramai-ramai kupat dengan berbagai sayur dan olahan lauk pauk oleh pejabat dan seluruh warga pantura Lamongan.
“Dalam acara itu, kupat buatan nelayan dengan menilai keunikan bentuk, hiasan perahu defile, komposisi dan rasa ketupat saat dicampur dengan lauk pauk juga dilombakan,” tuturnya.
Selain itu, Anwar juga menyatakan tradisi kupatan ini menjadi agenda tahunan dan bagian dari upaya untuk melestarikan tradisi. Dimana dulu dikenal dengan sebutan Tanjung Kodok yang kini menjadi Wisata Bahari Lamongan (WBL.red) menjadi salah satu Icon dan tujuan wisata terbaik se-Asia. Sebab, setiap tujuh hari setelah Idul Fitri dilaksanakan peringatan Hari Raya Ketupat atau disebut kupatan oleh masyarakat setempat.
“Melalui gebyar ketupatan ini, kami ingin menghidupkan kembali tradisi leluhur. Terutama untuk memaknainya sebagai bagian untuk mengenang kegigihan syiar yang dilalukan oleh Sunan Drajat dan Sunan Sendang Dhuwur,” pungkasnya menandaskan. (bis/zen/yan)
















