SEKITAR KITA
Peminta-minta dan Pengemis Selama Pandemi Mulai Bermunculan di Probolinggo
Memontum Probolinggo – Selama masa pandemi Covid-19, jumlah anak jalanan (Anjal) serta gelandangan dan pengemis atau peminta-minta (Gepeng) di sejumlah titik lampu merah di Kota Probolinggo, mulai bermunculan dan semakin banyak. Bahkan, di satu titik jumlah Anjal dan gepeng bisa mencapai 10 orang.
Seperti salah satunya, yang terlihat di salah satu simpang pertigaan Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo. Di lampu merah ini, selalu dipenuhi dengan Anjal dan Gepeng. Akibatnya, pemandangan tak elok pun tersaji di lokasi itu.
Baca juga:
- Over Weight, Puluhan Personel Polres Trenggalek Lakukan Program Penurunan Berat Badan
- Lihat Konser Pembuka Jombang Fest 2024, Seorang Perempuan Terkena Ledakan Petasan
- Masa Kampanye Pilkada 2024 Bakal Jadi Perhatian Operasi Zebra Semeru
Seorang pengendara, Muklis, mengaku keberadaan Anjal tersebut cukup meresahkan. Mereka datang untuk meminta-minta secara bergiliran. Dengan cara mengamen dan berjajar pada setiap pengendara yang berhenti saat lampu menunjukkan merah
“Apalagi di lampu merah Gatot Subroto, banyak sekali Anjal yang meminta-minta kepada pengendara roda dua atau empat. Ini meresahkan, jika tidak segera ditertibkan. Apalagi, kondisinya juga seperti ini,” katanya, Senin (26/07) tadi.
Dirinya juga mengatakan, beberapa pekan ini, jumlah Anjal semakin lama semakin meningkat. Dari yang biasanya hanya dua orang dalam satu titik, kini menjadi lima hingga tujuh orang.
“Belum lagi, jumlah Anjal lainnya yang berada di titik lain. Di satu sisi, kamu memaklumi. Namun, karena kondisi Covid dan rawan penyebarannya juga, maka ya meresahkan juga,” terangnya.(geo/sit)