Kota Malang

Penanganan PMK Dinilai Efektif, DPRD Kota Malang Sebut Tak Perlu Anggaran Besar untuk Dispangtan

Diterbitkan

-

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Muhammad Dwicky Salsabil Fauza. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Penanganan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kota Malang, dinilai tak perlu menggunakan anggaran besar. Itu karena, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang dianggap sudah melakukan langkah cepat dan cukup efektif.

Hal tersebut, dikatakan oleh Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Muhammad Dwicky Salsabil Fauza. “Saat ini belum perlu anggaran sebanyak itu. Intinya, Dispangtan sudah bergerak cepat mengendalikan kasus ini. Saya berharap jumlah kasus tidak bertambah dari 12 yang tercatat saat ini,” kata Dwicky, Rabu (08/01/2025) tadi.

Menurut Dwicky, kasus PMK di Kota Malang belum mencapai tingkat genting. Kondisi darurat baru akan terjadi jika 50 hingga 60 persen populasi sapi di Kota Malang teridentifikasi PMK.

“Ini soal pengendalian dan Dispangtan sudah bisa mengatasi. Namun, Pemkot Malang harus siap merespons jika terjadi peningkatan signifikan,” ujarnya.

Advertisement

Baca juga :

Dikatakannya, bahwa Dispangtan Kota Malang juga telah mengambil sejumlah langkah, termasuk vaksinasi sapi yang belum terjangkit PMK, isolasi sapi yang terindikasi, serta pemberian vitamin, obat cacing dan disinfektan. Namun, ditekankan pentingnya kewaspadaan di pasar hewan yang mayoritas menjual ternak ruminansia.

“Kami akan mengkomunikasikan rencana inspeksi bersama Dispangtan di pasar hewan dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Ini untuk memastikan ternak yang dijual dan disembelih dalam kondisi sehat,” tambahnya.

Meski begitu, Dwicky memastikan masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan. Karena kasus PMK ini juga menjadi perhatian dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Timur. Apalagi, upaya-upaya pembebasan PMK juga sedang dilakukan.

Advertisement

“Ini seperti kasus rabies, sehingga semua elemen berusaha membasmi wabah itu. Karena bisa jadi ini bawaan dari pasar sapi yang ada di luar Kota Malang. Karena virus itu kan menyebarnya begitu cepat dan bisa jadi tertular, apalagi di Kota Malang menurut saya populasi sapinya tidak terlalu besar,” imbuh Dwicky. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas