Connect with us

Jember

Peningkatan Jalan di Kecamatan Ambulu Jember Tuai Sorotan, Baru Rampung Sudah Rusak Lagi

Diterbitkan

||

Peningkatan Jalan di Kecamatan Ambulu Jember Tuai Sorotan, Baru Rampung Sudah Rusak Lagi

Memontum Jember – Proyek peningkatan Jalan Pomo-Sabrang-Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, berkualitas buruk. Diduga, proyek yang menggunakan dana APBD Jember 2021, dengan skema multiyears atau tahun jamak dikerjakan asal-asalan.

Buruknya kualitas peningkatan, terlihat dari rusaknya aspal jalan yang dikerjakan sejak awal Maret 2022 ini. Masih dalam hitungan hari, kondisi jalan telah muncul kerusakan di beberapa titik.

Yakni salah satunya, aspal terlihat mengelupas sehingga membuat lubang-lubang baru. Dari aspal yang terkelupas, terkesan pelaksana proyek irit aspal. Sehingga, material pasir dan batu kerikil mudah terlepas ketika dilewati kendaraan warga.

Warga di sekitar lokasi, Agus, mengaku kecewa dengan proyek yang menyedot anggaran hingga Rp 17 miliar ini. Bahkan saking buruknya kualitas garapan, warga Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, menjelaskan bahwa pengaspalan dilakukan malam hari dan pagi harinya sudah rusak.

“Ngaspalnya malam hari. Pada sore harinya, itu sudah rusak (berlubang) kecil-kecil tapi kemudian semakin membesar. Paling kira-kira selesainya dua mingguan,” ujarnya.

Berdasarkan papan nambor proyek, kontraktor yang mengerjakan adalah PT Konstruksi Indonesia Mandiri (KIM) dengan konsultan perencana PT Sigma Rekatama. Setelah ditelusuri, Kantor PT Konstruksi Indonesia Mandiri, berada di Kota Malang. Hingga berita ini buat, Direktur PT KIM, Agus M, belum bisa dikonfirmasi.

Baca juga :

Sekertaris Dinas PU Bina Marga Kabupaten Jember, Siswanto, mengakui pihaknya juga menemukan proyek peningkatan jalan yang telah rusak. Menurut Siswanto, pihak Dinas PU Bina Marga, telah memantau semua proyek yang telah selesai dikerjakan. “Ada perbaikan langsung, nanti itu ada pemantauan dari tim kami. Nanti dicek satu persatu. Ya, nanti diperbaiki lagi,” katanya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon.

Siswanto kemudian menjelaskan, standar operasional prosedur proyek. Sesuai SOP, pihak rekanan atau kontraktor masih mempunyai kewajiban perbaikan dan pemeliharaan selama enam bulan. “Pekerjaan itu akan diperbaiki lagi. Kalau ada luput-luput, pasti ada. Kan itu ada SOP nya. Pasti dievaluasi lagi, habis digelar (Diaspal) kayak di daerah MAN (Madrasah Aliyah Negeri), itu ada titik-titik yang retak dicek sama tim kita langsung disuruh aspal ulang,” ujarnya.

Sebagai informasi, paket proyek peningkatan Jalan Pomo-Sabrang- Sumberejo adalah salah satu paket dari 30 paket yang dikerjakan dengan skema tahun jamak yang harus selesai tahun 2022. Total anggaran yang dipersiapkan kurang lebih Rp 700 miliar.

Bupati Jember, Hendy Siswanto, dalam banyak kesempatan selalu meminta rekanan pelaksana proyek untuk menjaga kualitas garapan. Bahkan, Pemkab Jember tidak akan membayar proyek berkualitas buruk.

“Kami tegaskan, kalau memang kurang spesifikasi dan nilai yang lainnya, maka kami minta untuk di bongkar dan tidak kami bayar pengerjaannya,” tegas Bupati Hendy, saat melakukan peninjauan beberapa waktu lalu. (rio/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.