Connect with us

Jombang

Percepat Penurunan Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Jombang Gelar Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon

Diterbitkan

||

Percepat Penurunan Kematian Ibu dan Anak, Dinkes Jombang Gelar Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon

Memontum Jombang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan optimalisasi pencatatan dan pelaporan dalam mendukung pelaksanaan AMP-SR (Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon) di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Rabu (18/05/2022) tadi. Turut hadir dalam pelaksanaan, sejumlah Bidan, IT dari 34 Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Budi Nugroho melalui Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Wahyu Sriharini, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dalam melakukan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi. Hal ini, terkait dengan pencatatan dan pelaporan yang menjadi data pendukung dalam membuat AMT-SR.

“Kita mengkaji, jika ada kematian ibu serta bayi mulai dari apa penyebabnya. Lalu, terjadi dimana serta tanggal kejadian. Sehingga, kita bisa melakukan analisa, sampai saat ini mayoritas disebabkan oleh pendarahan dan eklampsia. Mulai awal tahun 2022 sampai sekarang terdapat tujuh orang ibu hamil, yang meninggal di Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Kabid Kesmas berpesan, agar untuk ibu hamil supaya melakukan ANC (Antenatal Care) pemeriksaan kehamilan yang dahulunya sebanyak empat kali. Sementara sekarang, minimal enam kali pada trimester pertama sebanyak satu kali. Lalu, trimester kedua sebanyak dua kali serta trimester akhir sebanyak tiga kali. Sebab dalam pemeriksaan ANC akan diketahui kondisi ibu, kondisi janin serta dilakukan USG yang dapat dilakukan di Puskesmas.

“Pemeriksaan ANC berupa USG bisa dilakukan pada trimester pertama ketika sudah hamil lebih dari dua minggu serta di trimester akhir untuk mengetahui kondisi janin terkait bagaimana proses persalinannya. Semua dokter di Puskesmas, sudah dilatih untuk melakukan USG dua dimensi,” ujarnya.

Baca juga :

Langkah-langkah untuk menekan angka kematian pada ibu hamil, tambahnya, salah satunya dengan melakukan Screening. Kemudian, melakukan pelayanan pada saat persalinan harus dilaksanakan di Faskes (Fasilitas Kesehatan) serta proses rujukan harus terencana mulai dari awal. Jika terjadi kegawadaruratan, untuk proses rujukan juga sudah tertata supaya lebih efektif dalam menekan angka kematian.

“Ke depan, kita berharap ada satu data untuk KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di Kabupaten Jombang. Mulai dari awal semua ibu hamil bisa terlaporkan, mempermudah aplikasi ini supaya bisa di akses oleh bidan mandiri. Kalau Puskesmas sudah berjalan lancar. Aplikasi ini, akan diperluas supaya bagi yang memberikan layanan pemeriksaan kehamilan serta persalinan bisa mengakses. Selama ini, aplikasi-aplikasi dari pusat, sehingga data langsung masuk ke pusat. Ketika kita butuh data, maka kita sendiri yang susah,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang sendiri, paparnya, menggunakan aplikasi Sistim Informasi Menejemen Puskesmas (SIMPUS), yang bisa diakses dari Puskesmas. Karenanya, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang berharap aplikasi bisa diperluas untuk bidan yang memang memberi layanan pemeriksaan kehamilan dan persalinan. Sehingga, datanya akan bisa menjadi satu.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang juga berpesan, kepada para tenaga medis yang hadir bisa memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait pentingnya ANC Terpadu. (azl/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.