Kota Malang

Pertamina Jamin Stok BBM Aman, Sutiaji: Jangan Percaya Hoax Stok Langka

Diterbitkan

-

Pengisian tangki truk BBM di Terminal BBM Malang. (rhd)

Memontum Kota Malang – Memasuki bulan Ramadhan dan menghadapi Idul Fitri 2019, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kota Malang, dipastikan aman. Pasalnya, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Malang telah mempersiapkan strategi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap BBM dan LPG pada saat Ramadhan dan Idul Fitri.

“Demi kelancaran pendistribusian, kami telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) untuk suplay. Kemudian untuk penyaluran, kita koordinasi dengan pihak kepolisian guna antisipasi kemacetan dengan memberikan pengawalan mobil tangki,” jelas Rachmatullah Adicahya Nugraha, Supervisor Receiving, Storage, and Distribution Terminal BBM Malang, usai bertemu Walikota Malang dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di TBBM Malang, Rabu (8/5/2019).

Walikota, TPID, dan Pertamina usai Pemantauan Ketersediaan BBM dan LPG. (rhd)

Walikota, TPID, dan Pertamina usai Pemantauan Ketersediaan BBM dan LPG. (rhd)

Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk keamanan stok mereka secara intensif, agar tidak terjadi kekosongan BBM di SPBU. Sementara terkait ketersediaan BBM di jalan Tol baru Malang-Pandaan akan disiapkan SPBU Modular, yang mulai operasi mendekati H-10 hingga H+10 lebaran.

“Untuk kendaraan pribadi tidak perlu keluar dari jalan tol Malang-Pandaan, meskipun belum ada rest area. Pertamina akan menyediakan SPBU Modular di pinggir jalan tol dengan pasokan 8 kilo liter (KL) per hari,” terang Nugraha.

Disebutkan, konsumsi normal harian BBM jenis Gasoline di kota Malang kurang lebih 500 KL per hari dengan rincian premium 60 KL, pertalite 341 KL, pertamax 94 KL dan pertamax turbo 4 KL. Sedangkan kebutuhan Gasoil berada di kisaran 85 KL per hari dengan rincian bio solar 73 KL, Dexlite 8,7 KL, serta Pertamina Dex 3,3 KL.

Advertisement

“Untuk stok kita di Terminal BBM Malang ini ada sebanyak 7.000 KL. Sedangkan untuk penyaluran per hari 2.100 KL. Sehingga estimasi ketahanan stok kita masih bisa bertahan selama 3 hari jika tidak ada suplay,” beber Nugraha.

Prediksi Pertamina di tahun 2019, permintaan Gasoline akan mengalami kenaikan 11 persen. Sementara produk Gasoil, justru akan mengalami penurunan permintaan sebesar 17 persen, seiring larangan kendaraan truk beroperasi.

“Estimasi mulai H-5 akan ada kenaikan, dan nanti H-2 puncak-puncaknya kenaikan permintaan di wilayah kota Malang. Termasuk melayani Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung, dan Lumajang, sebagai wilayah kerja TBBM Malang,” tandas Nugraha.

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji, mengaku bersyukur Pertamina telah menjamin ketersediaan BBM selama ramadhan hingga hari raya Idu Fitri. Sutiaji juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi terkait kelangkaan BBM yang biasanya selalu muncul menjelang lebaran.

Advertisement

“Berdasarkan pemaparan dari Pertamina tadi, Insyaallah kebutuhan BBM di kota Malang akan terpenuhi selama ramadhan hingga lebaran. Jadi, masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi bohong tentang kelangkaan BBM,” tegas pria nomor satu di Kota Malang ini usai ‘Pemantauan Ketersediaan BBM dan LPG’ di Terminal BBM Malang. (adn/yan)

 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas