Trenggalek

Pertumbuhan Perekonomian di Trenggalek Melambat di 5 Tahun Terakhir

Diterbitkan

-

Kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Trenggalek

Memontum Trenggalek—Selama 5 tahun terakhir, diketahui pertumbuhan perekonomian di Kota Tempe Kripik semakin melambat. Dari data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek, melambatnya pertumbuhan ekonomi ini diakibatkan oleh perlambatan 2 sektor dominan yakni sektor pertanian kehutanan perikanan dan juga sektor industri pengolahan.

Tercatat pada tahun 2012, pertumbuhan perekonomian di Trenggalek mencapai 6,21%. Sedangkan di tahun 2016 mengalami penurunan hingga di angka 6%. Selanjutnya, di tahun 2014 kembali melambat hingga menduduki angka 5,28%. Hal tersebut tentunya sangat mengganggu proses pembangunan daerah. Bahkan menurut data yang ada di BPS Kabupaten Trenggalek, dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami perlambatan menjadi 5,03% hingga di tahun 2016 kemarin masih mengalami perlambatan menjadi 5% saja. 

Dikonfirmasi terkait melambatnya pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Trenggalek, Kasi Neraca wilayah dan analisis BPS Kabupaten Trenggalek mengatakan bahwa dari tahun ke tahun 2 sektor dominan di Trenggalek memang mengalami perlambatan. “Sesuai data yang ada memang diketahui dari tahun ke tahun cenderung mengalami perlambatan,” ungkap Imam Rokhani, Selasa (12/12/2017).

Advertisement

Ditambahkan Imam sapaan akrabnya perlambatan ini terjadi di 2 sektor diantaranya sektor pertanian kehutanan dan perikanan dimana pada tahun 2012 lalu mengalami pertumbuhan sebesar 5,78%. Akan tetapi di tahun 2013 melambat diangka 4,58%.

Lebih lanjut, di tahun 2014 pertumbuhan perekonomian di sektor pertanian kehutanan dan perkebunan kembali melambat di angka 4,33%. Sedangkan pada tahun 2015 sebesar 4,23% hingga pada tahun 2016 justru semakin melambat dan hanya sebesar 3,5% saja.

Advertisement

“Sebenarnya bukan berarti pertumbuhan perekonomian di Trenggalek mengalami penurunan dan tidak mengalami peningkatan akan tetapi mengalami perlambatan. Berbicara mengenai peningkatan pertumbuhan pada beberapa sektor, namun sektor tersebut bukan termasuk sektor dominan. Sehingga secara umum tidak berpengaruh banyak apabila sektor dominannya justru mengalami perlambatan,” tegas Imam. (mil/yan) 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas