KREATIF MASYARAKAT

Pesanan Lampion Merah Putih di Kota Malang Jelang HUT RI Naik hingga 50 Persen

Diterbitkan

-

LAMPION: Perajin lampion di Kota Malang, Ahmad Syamsudin. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), perajin lampion di Kota Malang, mengalami lonjakan permintaan. Pemilik usaha lampion di Jalan Binor, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Ahmad Syamsudin, mencatat kenaikan pesanan hingga 40 sampai 50 persen, dibandingkan tahun lalu.

“Alhamdulillah, tahun ini peningkatannya sangat terasa. Pesanan yang masuk sudah mendekati 1.500 buah dari target 3.000 buah bulan ini,” kata Syamsudin, Sabtu (09/08/2025) tadi.

Pesanan tersebut, menurutnya tidak hanya dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga luar pulau, termasuk Medan. Mayoritas pembeli berasal dari instansi pemerintah, perkantoran, hingga panitia perayaan di tingkat kampung.

“Untuk model yang paling diminati adalah lampion berbentuk kapsul dan bola, dengan harga mulai Rp 35.000 untuk lampion bola berdiameter 30 sentimeter hingga Rp 80.000 untuk model kapsul,” ucapnya.

Advertisement

Baca juga :

Selain pesanan reguler, juga tengah digarap permintaan khusus, seperti lampion berbentuk Garuda setinggi dua meter dengan kerangka besi, yang diperkirakan berharga hingga Rp 5 juta. “Yang ini harga Rp 80.000 yang kapsul. Kalau yang bulat itu Rp 35.000 diameter 30,” katanya.

Namun, lonjakan permintaan ini diiringi tantangan ketersediaan bahan baku, terutama rotan. Jika stok di Kota Malang habis, dirinya harus mencari hingga ke Gresik. Meski harga rotan, kain dan kawat naik, Syamsudin hanya menaikkan harga jual sekitar Rp 2.000 per buah.

“Perhari mampu memproduksi 20 sampai 50 lampion. Di edisi kemerdekaan ini kalau kapasitas tidak teratasi akan kami tutup, agar dapat menyelesaikan pesanan yang sudah ada,” imbuh Syamsudin. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas