Jember
Promosikan Candi Deres, Disparbud Jember Gelar Lukis On The Spot

Memontum Jember — Demi memajukan destinasi wisata dan pengenalan Situs Cagar budaya Candi Deres yang berada di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, (Disparbud) gelar acara Reog dan Jatilan.
Selain itu pihak Disparbud juga mengadakan lomba melukis On the Spot bertema Candi Deres peninggalan jaman Majapahit hindu jawa tersebut juga melibatkan puluhan KPJ, (komunitas perupa Jember) yang turut andil dalam kegiatan pada Minggu (17/12/2017).
Candi Deres yang memang sebelumnya masih sangat jarang dikenal banyak kalangan ahirnya sama pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dibangunlah Gapura selamat datang dan juga pagar depan agar warga yang datang dari jauh tau jika di Dusun Deres tersebut ada peningalan jaman majapahit dan menjadi tlatah para raja ketika memijakan kaki di Kabupaten Jember kala itu.

Disparbud dalam rangkaian acara tersebut juga mengajak pihak Muspika, aparat kepolisian, Dewan dan tentunya juga pihak desa Purwoasri melalui kepala desa bernama Syahuri.
“Kami libatkan pihak desa dan beberapa elemen masyarakat seperti karang taruna pemuda purwoasri bersatu untuk bersama menjaga situs berharga yang dibangun tahun 1900 SM,” ucap Susmiadi (shoez studio) selaku Kabid Kebudayaan Disparbud kabupaten Jember.
Dirinya juga menambahkan jika untuk para peserta lomba yang menang melukis dengan tema candi tersebut akan diserahkan peserta kepada disparbud. “Nantinya akan dilelang untuk kepentingan kemajuan seni lukis kabupaten Jember,” pungkasnya.

Kepala Desa Purwoasri Syahuri menyatakan, “Saya dan warga sangat berterima kasih pada Kabupaten Jember yang sudah bersusah payah membangun gapura dan pagar untuk situs candi Deres di wilayah kami ini. Semoga kedepan infrastruktur lain lekas menyusul.”
Terlihat di lokasi masyarakat yang sedari pagi sudah memadati kawasan candi guna melihat gelaran yang diselenggarakan dinas pariwisata. Menampilkan seni reog dan jatilan juga melukis candi. Seorang warga Desa Gumukmas, Masruroh berharap gelaran seperti ini terus dilakukan.
“Saya pribadi berterima kasih karena pihak terkait sudah peduli sekali pada cagar budaya seperti ini,” pungkasnya. (Lum/yan)
















