Kediri
Raker Program Bangga Kencana, Sekda Kediri Ingatkan Sinergitas dan Kolaborasi untuk Turunkan Stunting

Memontum Kediri – Kasus stunting di wilayah Kabupaten Kediri, terus mengalami penurunan yang signifikan. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, pun secara masif terus melakukan intervensi program dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk maksimalkan target 1 digit stunting.
Disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohammad Solikin, bahwa saat ini kasus stunting mengalami penurunan yang luar biasa. Bahkan, menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) pada data bulan timbang tahun 2021-2022, mengalami penurunan dari 13,55 persen menjadi 10,23 persen.
“Data terakhir yang saya peroleh sudah mencapai 9, 78 persen. Mudah-mudahan, ini dapat dipertahankan dan sesuai target Mas Bupati yaitu 1 digit stunting tahun 2024,” tegas Solikin, saat membuka Rapat Kerja (Raker) Daerah Program Bangga Kencana di Gedung Convention Hall, Simpang Lima Gumul, Kamis (06/04/2023) tadi.
Dalam Raker itu, hadir sejumlah mitra kerja, seperti dari TNI dan Polri, OPD terkait hingga TP PKK Kabupaten. Sedangkan untuk nara sumber, dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Polres Kediri Kota dan Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Dijelaskan Sekda Solikin, bahwa pelaksanaan ini sangat penting. Karena, banyak melibatkan sejumlah pihak, yang itu erat kaitannya dalam penurunan angka stunting.
“Harapannya, dengan kegiatan ini bisa menjadi acuan sebagai tolak ukur capaian kinerja dalam bidang pengendalian penduduk keluarga berencana, penurunan stunting serta upaya perlindungan perempuan dan anak-anak. Sehingga, jika kita memiliki generasi yang kuat dan cerdas serta didukung dengan keluarga yang kuat, maka itu adalah modal dasar untuk membangun ketahanan nasional,” papar Solikin.
Ditekankan oleh Sekda Solikin, hal yang tidak kalah penting dari stunting adalah pekerjaan rumah, yaitu dalam melindungi perempuan dan anak. Solusi dari DP2KBP3A membuat inovasi layanan aduan Sanak, yang bisa diakses melalui WhatsApp.
“Untuk menanggulangi kekerasan pada perempuan dan anak, DP2KBP3A juga telah memiliki layanan aduan Cafe Sahabat Anak dan Keluarga (Sanak). Kini, layanan online ‘Sanak’ bisa diakses melalui WhatApp,” terant Solikin. (kom/pan/sit)
















