Sidoarjo

Rebutan Cewek, Murid SMP di Krian Bunuh Remaja

Diterbitkan

-

Rebutan Cewek, Murid SMP di Krian Bunuh Remaja

Menurut Alumnus Akpol 1995 ini, korban tewas bukan dikeroyok massa. Melainkan tewas akibat dianiaya korban. Pihaknya memastikan jika saat itu antara korban dan tersangka duel satu lawan satu. Hanya saja, korban yang mengalami luka bacok berusaha lari dan kabur dari gang di perlimaan Krian itu. Namun tetap dikejar tersangka hingga jatuh bersimbah darah itu.

“Warga lainnya itu ingin melerai. Bukan ikut menganiaya korban. Kami pastikan pelaku penganiayaan hanya tersangka sendiri,” imbuhnya.

Lantaran tersangka masih pelajar, lanjut Himawan bakal diproses secara khusus. Menurutnya, tersangka bakal diproses peradilan anak. Oleh karenanya, penyidikannya selain melibatkan orangtua tersangka juga dari pihak Bapas. Selain itu dijerat pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia.

“Penyidikannya khusus karena pelaku masih pelajar yang keterangannya terus berubah-ubah dan tidak konsisten,” tegasnya.

Advertisement

Sementara tersangka MF mengaku jika pisau dibawahnya sejak diajak ketemuan korban. Menurutnya, awalnya korban ingin menyelesaikan baik-baik akan tetapi berujung duel satu lawan satu itu.

“Saya takut sejak tahu lawan saya meninggal. Soal pisau itu saya bawa dari rumah buat jaga-jaga saja sebelumnya karena sering ditantang orang,” kilah pelajar yang tangannya bertato namanya ini. (Wan/yan)

Laman: 1 2

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas