Lumajang

Riding Vespa Sarungan, Wabup Lumajang Tegaskan Momen Persatuan Umat Percepat Kemajuan Daerah

Diterbitkan

-

HAB: Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Lumajang. (pemkab for memontum)

Memontum Lumajang – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial. Menurutnya, memontum ini menjadi ruang refleksi pengabdian sekaligus strategi nyata, dalam memperkuat persatuan masyarakat dan menggerakkan sektor pariwisata sebagai pengungkit kesejahteraan daerah.

Hal tersebut, disampaikannya saat menghadiri kegiatan Riding Vespa Sarungan Kerukunan Beragama di Kecamatan Senduro, Sabtu (24/01/2026) tadi. Wabup Yudha menilai, kegiatan lintas komunitas yang memadukan nilai keagamaan, budaya dan pariwisata, ini merepresentasikan wajah pembangunan Lumajang yang inklusif dan berorientasi pada harmoni sosial.

Melalui peringatan HAB, pemerintah ingin menegaskan bahwa persatuan umat adalah fondasi utama dalam mempercepat kemajuan daerah. “HAB bukan hanya mengenang sejarah pengabdian Kementerian Agama, tetapi momentum memperkuat persatuan. Dari persatuan inilah, lahir stabilitas sosial yang menjadi syarat tumbuhnya pariwisata dan bergeraknya ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Mas Yudha-sapaan Wabup Lumajang, sektor pariwisata sangat bergantung pada rasa aman, kenyamanan dan kerukunan sosial. Tanpa persatuan, promosi destinasi tidak akan bermakna. Karena itu, dirinya memandang peringatan HAB ke-80 sebagai instrumen strategis untuk membangun citra Lumajang sebagai daerah religius, toleran dan ramah wisata.

Advertisement

“Pariwisata tidak cukup dengan keindahan alam. Yang dicari wisatawan adalah suasana damai dan masyarakat yang rukun. Ketika persatuan terjaga, pariwisata tumbuh, lapangan kerja tercipta dan kesejahteraan meningkat,” ujarnya.

Baca juga :

Wabup Yudha juga menekankan, akan pentingnya inovasi dalam mengemas peringatan keagamaan agar berdampak langsung pada pembangunan. Riding Vespa Sarungan dinilai sebagai contoh konkret sinergi antara dakwah kultural, promosi wisata dan penguatan ekonomi lokal.

“Kegiatan seperti ini menggerakkan banyak sektor sekaligus, komunitas, UMKM, destinasi wisata dan jejaring sosial. Inilah pembangunan berbasis kebersamaan,” tambahnya.

Advertisement

Wabup Yudha juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan HAB sebagai titik tolak memperkuat komitmen kebangsaan. Moderasi beragama, toleransi dan cinta tanah air harus terus dirawat agar Lumajang tetap menjadi rumah bersama yang damai dan produktif.

“Kita ingin Lumajang dikenal bukan hanya indah alamnya, tetapi juga kuat persatuannya. Inilah modal utama membangun daerah yang berdaya saing,” imbuhnya.

Kegiatan Riding Vespa Sarungan yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Lumajang tersebut, menempuh rute keliling dan finis di Situs Selo Gending, Desa Kandangan, Senduro. Diikuti komunitas vespa dan masyarakat lintas agama, kegiatan ini menjadi simbol nyata persaudaraan, kerukunan dan semangat membangun Lumajang yang religius, harmonis dan sejahtera. (kom/adi/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas