Berita

Satu ABK KM Mega Meninggal Saat Mencari Ikan

Diterbitkan

-

petugas KKP Kelas II Probolinggo Saat melakukan penyemprotan ke ABK KM Mega (pix)
petugas KKP Kelas II Probolinggo Saat melakukan penyemprotan ke ABK KM Mega (pix)

Memontum Probolinggo – Salah satu anak buah kapal (ABK) KM Mega ditemukan sudah tidak bernyawa di ruang mesin. Kejadian tersebut membuat crew ABK lainnya untuk berinisiatif kembali ke pelabuhan Tanjung tembaga dan melaporkan kejadian itu. Setibanya di pelabuhan, kapal disandarkan dan langsung diperiksa oleh jajaran Satpolair Polres Probolinggo bersama KKP Kelas II Probolinggo, Selasa (24/3/2020).

Ketika sudah bersandar, para ABK diimbau untuk tidak turun dulu dari kapal karena akan dilakukan pengecekan suhu dengan menggunakan alat Thermo Gun untuk mengetahui keadaan suhu para ABK, dan juga di lakukan penyemprotan disinfektan. Dari pengecekan para ABK dinyatakan normal semua dengan suhu rata rata 36 hingga 37 derajat selsius. Sementara satu ABK KM Mega yang bernama Syamsir Kelahiran tahun 1967, asal Tanjung Pura Sumatra tersebut diketahui sudah tidak bernyawa oleh teman ABK yang akan membangunkannya saat kerja pergantian shift jaganya sekitar pukul 05.30 Wib.

Penyemprotan Disinfektan kepada ABK KM Mega (pix)

Penyemprotan Disinfektan kepada ABK KM Mega (pix)

“Saya mau bangunkan karena sudah waktunya gantian jaga, sekitar pukul 05.30 wib. Saya kaget karena pas dibangunkan gak ada respon dengan posisi terlentang dan akhirnya saya bilang ke ABK yang lain,” terang salah satu ABK KM Mega.

Sementara Kasatpolairud, AKP SP Prayitno menjelaskan bahwa mendapat laporan jika ada ABK yang meninggal dan dibawa ke pelabuhan.

“Kami mendapat kabar tersebut dan langsung koordinasi dengan UPT PPP Mayangan dan Kamla, tim medis langsung turun ke TKP,” ucap Priyanto.

Advertisement

Prayitno juga menambahkan bahwa korban sementara ini dalam pemeriksaan tim medis dan juga dilakukan ke ABK yang lainnya. Dan hasilnya tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban maupun terinfeksi Covid 19.

Sejauh ini pihaknya tidak menemukan bukti jenis obat-obatan di sekitar tubuh korban dan keterangan yang kami dapat dari rekan ABK yang lain bahwa selama bersama almarhum tidak ada keluhan sakit, hanya saja perokok berat.

“Saat ini masih dalam pengecekan oleh tim medis dari KKP kelas II dan anggota satpolair, tidak ada hal-hal yang mencurigakan, dan tidak ada riwayat sakit,” tambah Prayitno.

Saat ini KM Mega yang membawa 14 ABK akan dilakukan karantina beserta kapalnya selama 14 hari sesua SOP yang berlaku di PPP mayangan Probolinggo. Dan untuk jenazah langsung di bawa ke pulau Gili untuk di makamkan disana.

Advertisement

“Jenazah akan langsung dibawa ke pulau Gili, karena dari hasil pemeriksaan tim medis KKP kelas II Probolinggo, tidak ada unsur kekerasan dan ciri-ciri virus Corona. Karena juga almarhum sebatang kara dan ikut kerja sama orang pulau Gili, maka jenazah akan di makamkan di sana,” jelas Kades Gili, Supariyono. (Pix/yan)

 

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas