Banyuwangi
Sekolah Rakyat Standart Internasional dengan Aspek Ramah Lingkungan dan Integrasi Teknologi di Banyuwangi

Memontum Banyuwangi – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandart internasional dengan kapasitas 1000 siswa, mulai berlangsung di Banyuwangi. Sekolah yang digagas oleh Presiden Prabowo, untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu ini dibangun oleh Kementerian PU di atas lahan seluas 7 hektar, di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, yang disediakan oleh Pemkab Banyuwangi.
“Alhamdulillah, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi sudah dimulai. Berstandar internasional. Kami berharap, pembangunannya berjalan lancar,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (22/01/2026) tadi.
Sekolah ini, urainya, dirancang dengan standar sekolah internasional dengan arsitektur ruang yang sehat dan nyaman, dengan mempertimbangkan aspek bangunan ramah lingkungan hingga integrasi teknologi untuk praktik pendidikan yang inovatif. Bahkan, berbagai fasilitas yang akan dibangun, diantaranya seperti gedung sekolah, asrama putra dan putri masing-masing untuk jenjang SD, SMP dan SMA.
Termasuk, terdapat fasilitas olah raga seperti lapangan sepakbola, basket dan atletik hingga gedung ibadah dan aula. Nantinya, juga mengakomodir arsitektur khas Banyuwangi.
Baca juga :
“Targetnya, Sekolah Rakyat ini akan selesai Agustus tahun ini. Nantinya, siswa yang ada saat ini akan pindah ke sana semua. Semoga, sekolah ini membuat anak-anak betah dan semangat belajar, karena sekolahnya di desain dengan aman, nyaman dengan fasilitas yang lengkap,” ungkap Bupati Ipuk.
Saat ini, di Banyuwangi sudah berdiri dua sekolah rakyat yang menempati bangunan sementara. Pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2) Gedung Balai Diklat PNS di Kecamatan Licin, dan telah beroperasi sejak Juli 2025. Sekolah ini memiliki jenjang SD-SMA dengan jumlah siswa 125 orang.
Selain itu, terdapat Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 (SRT 46) yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Kecamatan Muncar. Sekolah Rakyat yang diremikan pada September 2025, memiliki jenjang mulai SD-SMA dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang.
Ditambahkan Plt Kepala DPUCKPP, Suyanto Waspo Tondo, bangunan sekolah dibangun dengan mengandalkan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. “Nanti bangunan sekolah SD, SMP, SMA berbeda. Asrama siswa putra dan putri, serta asrama untuk guru,” kata Yayan, panggilan akrab Suyanto.
Sekolah ini, juga bakal dilengkapi dengan fasilitas olah raga yakni lapangan sepakbola, lapangan basket, jogging track dan berbagai fasilitas lainnya. (kom/bwi/sit)















