SEKITAR KITA
Selamatkan Perahu, Dua Nelayan Nyaris Tewas Terseret Arus

Memontum Sumenep – Tingginya curah hujan di Kabupaten Sumenep, menimbulkan kepanikan bagi masyarakat pesisir pantai bagian Utara Kota Keris, khususnya di Kecamatan Pasongsongan. Sebab, curah hujan yang deras itu, menghanyutkan dua perahu milik nelayan di kecamatan setempat, yang ditambatkan di sungai hingga ke tengah laut.
Kejadian dua perahu hanyut karena derasnya arus sungai usai hujan lebat tersebut, pun sempat viral di media sosial. Dimana, ada dua nelayan yang ikut terseret arus sungai saat berusaha menyelamatkan perahunya. Peristiwa ini, terjadi Selasa (22/03/2022) sekitar 16.30, tepatnya di muara Sungai Angsono, Desa Panaongan.
“Dua orang nelayan ini berupaya untuk menyelamatkan perahunya yang terbawa arus sungai. Namun, saat dua orang ini ada di atas perahu, tiba-tiba perahunya terbalik,” ujar Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (23/03/2022).
Baca juga :
- THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat
- Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur
- Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD
- Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan
- DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Ditambahkan Widiarti, saat diseret arus banjir, kedua orang pemilik perahu itu sempat lompat dari perahu untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, karena arus sungai terlalu deras, keduanya tidak dapat menyelamatkan perahunya. “Korban sempat terbawa arus, tapi langsung diselamatkan oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Pasongsongan,” terangnya.
Dua nelayan pemilik dua perahu tersebut, tambahnya, adalah Ahmad Sufiyono (21) dan Heriyanto (38), warga Dusun Benteng, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan. “Keduanya dalam kondisi selamat. Kejadian tersebut menyebabkan kerugian materi dua perahu yang terbawa arus sungai dan tenggelam,” ujarnya. (dan/gie)
















