Kota Malang
SMAN 1 Wakili Jatim dalam Ajang Putra-Putri Pendidikan Indonesia

Memontum Kota Malang – Prestasi membanggakan diraih Atthiyyah Putri Nararya. Siswi yang menuntut pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Malang itu, berhasil mewakili Jawa Timur dalam ajang Putra-Putri Pendidikan Indonesia tahun 2020.
Sekedar diketahui, pelaksanaan pemilihan Putra-Putri Pendidikan Indonesia diadakan oleh Ikatan Pemuda Prestasi Indonesia dengan di bawah naungan PT Madu Nusantara. Ajang itu, membagi proses seleksi dalam dua kategori. Yakni, kategori untuk remaja dan kategori untuk umum.
Kategori remaja, dalam tahapannya diikuti oleh pelajar yang berusia sekitar 15-17 tahun. Sedangkan kategori umum, diikuti peserta yang berusia sekitar 18-24 tahun. Peserta yang mendaftar, akan diseleksi berdasarkan banyaknya jumlah like di Instagram. 10 peserta dengan like terbanyak, akan mendapatkan golden ticket untuk langsung melakukan tahap kedua, tanpa mengikuti tahap pertama.
“Seleksi yang dilakukan ada tiga tahapan. Pertama, voting melalui media sosial. 10 peserta dengan voting terbanyak, akan mendapatkan golden ticket untuk masuk tahap dua. Selanjutnya, peserta diseleksi kembali hingga tahapan terakhir, yang hanya menyisakan empat peserta. Yakni, Putra-Putri untuk kategori umum dan remaja,” terang siswi yang berusia 17 tahun di bulan Mei tahun ini.
Menyinggung mengenai prestasi yang diraihnya, Nararya sapaan akrabnya, mengatakan kalau dirinya memang kerap aktif dengan kegiatan seperti itu. Karenanya, begitu mendapat informasi adanya ajang Putra – Putri Pendidikan Indonesia, dirinya pun memutuskan untuk ikut ambil bagian.
“Setelah tahapan ini, peserta yang sudah lolos akan mengikuti seleksi kembali untuk tingkat Asia,” tambah remaja yang juga pernah bergelut menjadi penyiar di salah satu radio itu.
Masih menurut siswi yang nantinya akan dipasangkan dengan Putra Pendidikan Indonesia asal Bojonegoro itu, bahwa dirinya sengaja menekuni prestasinya itu, berharap dapat menyampaikan hal positif di dunia pendidikan. Terutama, bagaimana dalam menerapkan istilah “Merdeka Belajar” secara positif dengan baik dan benar.
“Saya mengikuti ajang ini, bukan semata untuk mendapatkan hadiah. Namun, lebih kepada ingin menyampaikan pendapat saya tentang pendidikan (merdeka belajar). Karena sebagai remaja, sudah seharusnya melakukan sesuatu atas keinginan kita dan sesuai dengan posisinya. Serta, berani untuk bertanggung jawab dengan pilihan yang diambil dan tidak mudah menyerah,” tandasnya. (cw1/sit)










