Jember
Stok LPG Melon di Jember Langka, Harga Bergerak Naik

Memontum Jember – Stok LPG subsidi 3 kg atau dikenal sebagai elpiji melon di Jember beberapa hari terakhir dikeluhkan warga. Selama beberapa hari sebelum lebaran hingga hari H lebaran dibeberapa tempat harga melambung. Dari harga yang biasanya harga eceran antara Rp 17 ribu – Rp 19 ribu, beberapa hari terakhir bahkan hingga Rp 25 ribu per tabung.
Di wilayah Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember menurut salah seorang warga, saat ini menyentuh harga per tabung Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.
Baca Juga:
- Pemkab Jember Serahkan 23 Truk dan 25 Pickup untuk Dukung Operasional KDKMP
- Perkuat Sektor Pertanian, Bupati Jember Dorong Pelaksanaan Program Oplah, Irpom dan Modernisasi Alsintan
- Peringatan HLUN 2026 Kabupaten Jember, Wujud Apresiasi Nyata untuk Lansia
- Bahas Kerja Sama Sister City, Pemkab Jember Terima Kunjungan Delegasi Kota Jinhua
”Di wilayah Tanggul harganya Rp 20 sampai Rp 25 ribu mas,” kata Indra, warga setempat.
Demikian juga di wilayah Kecamatan Sumberjambe, disana harga juga menyentuh Rp 25 ribu per tabung. Tidak hanya harga yang tinggi, stok di wilayah tersebut juga kosong. Warga terpaksa mencari LPG melintas kecamatan tetangga.
”Harga di Sumberjambe sampai Rp 25 ribu tapi barangnya tidak ada, warga terpaksa harus mencari di wilayah Kalisat,” kata Sayadi, warga Sumberjambe.
Adanya kenaikan harga hingga lebih 25 persen ini diduga ada pedagang yang ambil keuntungan diatas kewajaran memanfaatkan momentum lebaran.
“Kayaknya ada yang ambil untung kebangeten, memanfaatkan banyaknya kebutuhan masyarakat akan gas itu mas,” kata Sayadi.
Warga berharap, para pemangku kebijakan segera mengambil tindakan agar kekosongan dan kenaikan harga bisa ditekan.
”Ya berharap pemerintah atau siapapun yang berwenang untuk mengambil tindakan, karena kalau begini terus masyarakat yang dirugikan,” harap Sayadi. (rio/ed2)
















