Kota Malang
Tempat Wisata Selama Libur Lebaran Diprediksi Meningkat, Ini Saran Disporapar Kota Malang

Memontum Kota Malang – Selama libur Lebaran, diprediksi sejumlah tempat wisata di Kota Malang, akan ramai dari pengunjung. Mengantisipasi hal itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Wahyuni, mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan dan mengantisipasi jika prediksi itu benar terjadi.
“Euforia (berlebihan, red) daya tarik wisata, kemungkinannya melonjak. Mulai hotel, restoran, bahkan tempat wisata tematik. Ini, sudah kami siapkan untuk antisipasinya kepada mereka selaku pengelola,” ucap Ida, Kamis (28/04/2022) tadi.
Dijelaskannya, salah satunya untuk mengantisipasi, yakni tempat wisata harus tetap mengaktifkan Aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, untuk hotel atau tempat penginapan serta restoran, harus selalu melakukan pengecekan agar tidak ada narkoba atau napza yang dibawa masuk.
Baca juga:
- Wali Kota Malang Pastikan Harga Bahan Pangan Turun
- Bupati Lumajang Ajak Masyarakat Taat Pajak dan Tertib Laporan SPT Tahunan
- 1.270 Pedagang Pasar Induk Gadang Direlokasi Swadaya ke Lahan Sewa
- Soroti Masalah Pendidikan di Kabupaten Malang, Bupati Sanusi Terima Audiensi bersama BEM
- Tinjau Relokasi Pasar Induk Gadang, Pemkot Malang Pastikan Pedagang Pindah Usai Lebaran
“Jangan sampai ada Narkoba atau Napza. Ini sesuai dengan edaran dari gubernur dan kami juga sudah sampaikan ke pengelola,” lanjutnya.
Selain itu, untuk okupansi hotel dan restoran, diprediksi mengalami peningkatan dari biasanya. Untuk saat ini, memang masih ditopang dengan adanya meeting dari berbagai perusahan bahkan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
“Kunjungan daya tarik pastinya naik. Okupansi hotel meningkat tidak seperti biasanya dan hanya 40 persen ditopang dengan meeting dari berbagai perusahaan,” tuturnya.
Dirinya berharap, agar masyarakat saat libur lebaran, ini selalu taat dengan Prokes, dan tetap menggunakan masker. Pihaknya, tidak ingin jika usai Lebaran, kasus Covid-19 di Kota Malang malah meningkat.
“Prokes tetap dijaga. Cleaning, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) tetap mendapat penekanan,” imbuhnya. (cw2/sit)
















