Surabaya
‘Tiba-tiba Ramadan’ di Kampus Kebangsaan & Kerakyatan

*Ciphoc Unitomo Unjuk Gigi
Memontum Surabaya—–Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Communication Photography Club (Ciphoc) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, punya cara tersendiri mengisi bulan Ramadan.
Sebagai insan fotografi, Ciphoc ikut memeriahkan bulan suci yang penuh berkah ini dengan menghadirkan potret dinamika di bulan Ramadan.
Selama seminggu kedepan, mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus itu memamerkan foto semangat Ramadan bertajuk “Tiba-tiba Ramadan”, karya dua fotografer yakni Ahmad Mukti, dan Robert dipamerkan di Gedung F lantai 1 Unitomo, lembaga pendidikan tinggi bertajuk Kampus Kerakyatan dan Kebangsaan.
Keduanya menampilkan karya yang menarik dan menyita perhatian pengunjung. Suasana Ramadan seperi Rukyatul Hilal, Sholat Tarawih, Buka Bersama, Tadarus, Larisnya Takjil hingga suasana pasar dikemas dengan apik dalam frame berukuran 16 R.
Ahmad Mukti, salah satu fotografer sekaligus ketua pelaksana pameran menuturkan, tema “Tiba-tiba Ramadan” terbesit begitu saja saat nongkrong di warung kopi. “Tak terasa, lakok tiba-tiba Ramadan sudah tiba,” katanya.
Ia mengatakan, bagi Ciphoc pameran foto sudah menjadi tradisi turun menurun dari pendahulunya. Setiap momen besar Ciphoc pasti ikut memeriahkan. “Yang pasti kami tetap pada jalur kami yaitu fotografi,” ujarnya, Kamis (16/5/2019)
“Nah kali ini kami sengaja menghadirkan foto-foto semangat Ramadan. Kami ingin menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan semua umat menyambutnya dengan bahagia,” kata dia.
Selain 25 karya foto, Ciphoc juga akan mengisi momen berkah ini dengan sejumlah kegiatan, di antaranya bagi-bagi takjil pada Kamis (16/5/2019) dan ngabuburit yang diisi dengan “Workshop Hand Made Clay” bersama @penahalimun pada Jumat (17/5/2019).
“Kami berharap apa yang kami tampilkan ini bisa menginspirasi generasi seusia kami. Sebagai anak muda saya mengajak jangan hanya menjadi penonton, tapi ayo berkarya sesuai keahlian yang kita miliki,” ujarnya
Bibil, perajin Hand Made mengungkapkan, saat workshop nanti peserta akan diajarkan cara membuat ragam kerajian berbahan tepung tapioka dan lem kayu. “Nanti peserta akan tahu proses dari nol sampai barang jadi seperti apa,” tegas mahasiswi UPN ini. (est/ano/yan)










